MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memasuki periode akhir 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan terutama dilakukan dalam menghadapi potensi peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta risiko gangguan produksi akibat fenomena El Nino.
"Antisipasi dilakukan melalui penguatan ketahanan produksi pangan, antara lain dengan optimalisasi pengelolaan air dan jaringan irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, serta pemanfaatan lahan produktif," kata Airlangga, Selasa (3/11).
Selain itu, kata dia, pemetaan wilayah rawan dan penguatan early warning system terus didorong agar potensi gangguan produksi dapat diidentifikasi dan dimitigasi lebih dini.
Baca juga:
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Dari sisi distribusi, pemerintah mendorong penguatan konektivitas pasokan antarwilayah melalui optimalisasi kerja sama antardaerah (KAD), disertai pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan pangan serta pelaksanaan intervensi yang diperlukan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan dan mengantisipasi gejolak harga pangan hingga akhir tahun.
"Pemerintah berkomitmen menjaga inflasi yang terkendali untuk menopang daya beli masyarakat sehingga turut memacu aktivitas perekonomian," ucapnya.
Di masa depan, pengendalian inflasi terus diarahkan pada penguatan langkah antisipatif terhadap risiko gangguan produksi dan distribusi pangan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan antardaerah guna menjaga ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga.(Asp)