Merahputih.com - Rumput hijau Arena Fonte Nova Salvador mendadak riuh, menjadi saksi bisu lahirnya sebuah mahakarya sepak bola jagat raya.
Penonton tribun stadion masih terperangah, berusaha mencerna aksi akrobatik luar biasa di udara oleh Robin Van Persie sebagai pembuka sejarah baru turnamen akbar empat tahunan.
Baca juga:
Rekor Gol Tercepat Piala Dunia Masih Dipegang Hakan Sukur, Bobol Gawang Korsel Hanya dalam 11 Detik
Sambil melayang bebas menantang gravitasi, sang striker Manchester United mengukir fenomena gol terbang ke gawang juara bertahan yang dikawal Iker Casillas.

Momen magis Piala Dunia FIFA Brasil 2014 tersebut berawal dari umpan silang akurat Daley Blind dari sisi kiri pertahanan Spanyol.
Lolos dari jebakan offside lini belakang Spanyol, penyerang Belanda menyambut bola menggunakan sundulan, melayang indah melewati jangkauan Iker Casillas. Bahkan membuat kiper Legendaris dari Real madrid sampai terbengong menyaksikan bola merobek gawang.
"Itu adalah gol terbaik dalam karier saya. Gol luar biasa, bahkan saya sendiri harus mengatakannya,"
Robin van Persie mengenang gol indahnya.
Titik Balik Pembantaian Tim Matador
Aksi ikonik tersebut langsung mengubah total arah angin pertandingan grup B saat itu. Gol penyeimbang kedudukan tepat sebelum turun minum sukses meruntuhkan mentalitas juara skuad Spanyol.
Belanda mengamuk di babak kedua, menggelontorkan empat gol tambahan, sekaligus menutup laga lewat keunggulan telak 5-1. Selain Van Persie, Arjen Robben, dan Stefan de Vrij menjadi pembeda bagi Belanda. Sementara, Spanyol sempat unggul lewat Pinalti Xabi Alonso.


Berikut fakta penting seputar pertandingan bersejarah Belanda kontra Spanyol:
-
Skor Akhir Pertandingan: Belanda menang telak 5-1 atas Spanyol.
-
Rekor Buruk Spanyol: Kekalahan terbesar Tim Matador sejak takluk 6-1 dari Brasil pada Piala Dunia 1950.
-
Pencapaian Akhir Belanda: Melaju hingga semifinal Brasil 2014 sebelum kalah adu penalti dari Argentina.
-
Julukan Baru Van Persie: Mendapat julukan ikonik 'The Flying Dutchman' akibat aksi gol tersebut.
Kegagalan Meraih Trofi Puskas Award
Kejelian membaca posisi kiper lawan menjadi kunci utama terciptanya gol sundulan lob spektakuler ini. Van Persie mengakui keputusan melakukan sundulan terbang merupakan sebuah perjudian besar berisiko tinggi.
“Saya melihat konteks pertandingannya, melihat Casillas berada di luar posisinya sebelum umpan datang,” pungkas penyerang bernomor punggung sembilan tersebut.
Baca juga:
Nobar Piala Dunia 2026 Masih 'Jawa Sentris', Wilayah Indonesia Timur Luput Dari Anggaran
Anehnya, gol indah pembuat takjub pencinta sepak bola seluruh dunia ini gagal memenangi Penghargaan Puskas FIFA.
Penghargaan gol terbaik tahun tersebut justru jatuh ke tangan gelandang Kolombia, James Rodriguez, memaksa aksi terbang Van Persie puas menempati peringkat ketiga.