TAK disangkal lagi bahwa tertawa bisa jadi penangkal stres, rasa sakit, bahkan pencegah konflik. Tertawa memang memberikan banyak manfaat. Bukan hanya tertawa karena ada hal lucu, menertawakan diri sendiri juga ternyata bagus untuk kesehatan. Demikian dilansir laman Hellosehat.
1. Menertawakan diri dulu dianggap reaksi negatif
Berbeda dengan tertawa karena hal lucu, menertawakan diri sendiri dianggap suatu hal yang kurang baik. Penelitian sebelumnya menganggap bahwa menertawakan diri sendiri merupakan efek negatif dari tekanan yang dirasakan seseorang. Menertawakan diri sendiri biasanya berkaitan dengan kecemasan dan rendahnya kepercayaan diri.
Namun, penelitian terbaru dalam jurnal Personality and Individual Differences membuktikan hal sebaliknya. Studi dari University of Granada itu menunjukkan bahwa secara klinis, orang yang sering bercanda tentang dirinya sendiri atau menertawakan kelemahan, kekurangan, atau kesalahannya sendiri sebagai lelucon lebih sejahtera secara psikologis.
Temuan itu termasuk penelitian kontroversial, karena bertentangan dengan penelitian sebelumnya. Studi sebelumnya menyebut orang yang suka menggunakan dirinya sendiri sebagai bahan bercandaan menandakan kondisi psikologis yang negatif.
Jorge Torres Marin, salah satu peneliti dalam penelitian tersebut, mengatakan menertawakan diri sendiri berhubungan dengan skor kesejahteraan psikologis yang tinggi. Skor kesejahteraan psikologis itu bisa jadi sinyal adanya kebahagiaan dan kemampuan bersosialisasi yang baik.
Menertawakan diri sendiri bekerja seperti efek psikoterapi yang bisa meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Para peneliti menganggap bahwa kesejahteraan psikologis merupakan indikator kebahagiaan, kepuasan hidup, dan optimisme tentang hidup. Oleh karena itu, menertawakan diri sendiri dianggap baik untuk kesehatan mental.
2. Bisa mencairkan suasana sosial
Tak mudah meneratwakan diri sendiri, bahkan tak semua orang bisa melakukannya. Rasa malu untuk menonjolkan kelemahan dan kekuranganmu jadi penghambatnya.
Akan tetapi, alih-alih merasa malu, menyembunyikan kelemahan atau kekurangan dalam gurauan yang wajar justru bisa menunjukan bahwa kamu ialah orang yang bisa mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan.
Selera humor seperti itu juga tidak merugikan pihak mana pun. Sebaliknya, justru akan membuat orang lain jadi lebih terbuka dan nyaman bersama kamu.
3. Memberi efek positif bagi kesehatan fisik
Kesehatan mental sejalan dengan kesehatan fisikmu. Dalma hal ini, stres kronis dan berkepanjangan bisa memicu produksi hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon itu terbukti berkaitan dengan meingkatnya masalah kesehatan mental dan fisik.
Masalah kesehatan fisik yang bisa terjadi seperti sakit kepala, penyakit jantung, dan masalah pencernaan. Sementara itu, masalah kesehatan mental yang bisa terjadi seperti kecemasan dan depresi.
Orang yang dapat menertawakan diri sendiri cenderung memiliki pikiran positif dan tidak mudah khawatir, sehingga lebih terhindar dari stres kronis. Oleh karena itu, kemampuan untuk menertawakan kelemahan, kesalahan, atau kekurangan diri sendiri dianggap menyehatkan bagi tubuh dan jiwa.(*)