Menertawakan Diri Sendiri Bisa Menyehatkan Fisik dan Mental

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 30 November 2018
Menertawakan Diri Sendiri Bisa Menyehatkan Fisik dan Mental

Menertawakan diri sendiri bukti kesejahteraan psikologis. (foto: pexels/i love simple beyond)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK disangkal lagi bahwa tertawa bisa jadi penangkal stres, rasa sakit, bahkan pencegah konflik. Tertawa memang memberikan banyak manfaat. Bukan hanya tertawa karena ada hal lucu, menertawakan diri sendiri juga ternyata bagus untuk kesehatan. Demikian dilansir laman Hellosehat.

1. Menertawakan diri dulu dianggap reaksi negatif

laughing
Menertawakan diri sendiri bisa mencairkan suasana. (foto: pexels/helena lopes)

Berbeda dengan tertawa karena hal lucu, menertawakan diri sendiri dianggap suatu hal yang kurang baik. Penelitian sebelumnya menganggap bahwa menertawakan diri sendiri merupakan efek negatif dari tekanan yang dirasakan seseorang. Menertawakan diri sendiri biasanya berkaitan dengan kecemasan dan rendahnya kepercayaan diri.

Namun, penelitian terbaru dalam jurnal Personality and Individual Differences membuktikan hal sebaliknya. Studi dari University of Granada itu menunjukkan bahwa secara klinis, orang yang sering bercanda tentang dirinya sendiri atau menertawakan kelemahan, kekurangan, atau kesalahannya sendiri sebagai lelucon lebih sejahtera secara psikologis.

Temuan itu termasuk penelitian kontroversial, karena bertentangan dengan penelitian sebelumnya. Studi sebelumnya menyebut orang yang suka menggunakan dirinya sendiri sebagai bahan bercandaan menandakan kondisi psikologis yang negatif.

Jorge Torres Marin, salah satu peneliti dalam penelitian tersebut, mengatakan menertawakan diri sendiri berhubungan dengan skor kesejahteraan psikologis yang tinggi. Skor kesejahteraan psikologis itu bisa jadi sinyal adanya kebahagiaan dan kemampuan bersosialisasi yang baik.

Menertawakan diri sendiri bekerja seperti efek psikoterapi yang bisa meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Para peneliti menganggap bahwa kesejahteraan psikologis merupakan indikator kebahagiaan, kepuasan hidup, dan optimisme tentang hidup. Oleh karena itu, menertawakan diri sendiri dianggap baik untuk kesehatan mental.

Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan