Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mendagri Peringatkan Tegas Pejabat Pemerintah soal Kasus COVID-19

Mula Akmal - Senin, 04 April 2022

Merahputih.com- Kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami pelandaian.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menilai, melandainya kasus COVID-19 di Indonesia bukan berarti situasi pandemi telah hilang.

Baca Juga:

Idola K-Pop Berhasil Sentuh Hati Penggemar Lewat Film Dokumenter

"Namun, kondisi itu tetap menunjukkan bahwa kasus pandemi tetap ada, begitu pula dengan ancaman penyebarannya," ujar Tito kepada wartawan, Senin (4/4).

Tito menyoroti bulan Ramadan yang erat dengan kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti shalat berjamaah maupun agenda buka puasa bersama.

Meski dibolehkan, kedua kegiatan tersebut harus dilakukan dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan.

"Misalnya, disiplin menggunakan masker dan memperhatikan jumlah masyarakat yang terlibat," kata Tito yang juga mantan Kapolri ini.

Selain itu, Tito memperingatkan para pejabat negara hingga level camat agar tidak boleh menggelar buka puasa bersama.

"Larangan itu juga berlaku untuk kegiatan open house pada Lebaran mendatang," lanjut lulusan AKPOL 1987 ini.

Tito juga meminta para camat dapat membantu mempercepat vaksinasi di daerahnya masing-masing, terutama bagi masyarakat yang berusia lanjut (lansia).

Langkah percepatan itu bisa dilakukan dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk mencari para lansia yang belum mengikuti vaksinasi.

Termasuk masyarakat yang memiliki kormobit atau penyakit penyerta.

"Yang masih bisa untuk divaksinasi menurut dokter, (segera) divaksinasikan," ujar purnawirawan Jenderal Polisi ini.

Mendagru Tito Karnavian usai menghadiri peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-20 di Gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARA/ Abdu Faisal)
Mendagri Tito Karnavian (Foto: ANTARA/Abdu Faisal)

Tito menekankan, para camat juga perlu mendukung pemberian vaksinasi booster atau dosis penguat.

Dengan upaya ini, masyarakat yang level antibodinya telah menurun bisa naik kembali.

Apalagi setiap orang memiliki antibodi yang berbeda-beda.

Hal ini dibuktikan dengan hasil survei serologi yang dilakukan Kemendagri dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan melibatkan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI).

Hasil survei itu salah satunya menunjukkan tingkat kekebalan tubuh masyarakat antardaerah berbeda.

"Sehingga agar daerah yang antibodi masyarakatnya rendah dapat segera mempercepat vaksinasi," tambah Tito yang juga mantan Kepala BNPT dan Kapolda Metro Jaya ini.

Sekedar informasi, per Minggu (3/4), kasus harian COVID-19 di Indonesia terjadi penambahan 1.933 kasus baru. Sehingga total kasus tercatat 6.019.981 kasus.

Sementara, kasus aktif mengalami penurunan hingga 2.181 dan total kasus aktif berada di angka 95.990.

Selain kasus positif, Kemenkes juga mencatat ada 3.360 orang yang berstatus suspek.(knu)

Baca Juga:

5 Kejadian Menarik di Oscar 2022

Baca Artikel Asli