MerahPutih.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap lembaga pendidikan Islam madrasah mampu melahirkan generasi-generasi penjaga eksistensi negara yang mengerti toleransi dan cinta kasih.
"Bangsa Indonesia yang majemuk ini akan memiliki generasi penjaga eksistensi negara yang lahir dari madrasah di seluruh Nusantara," kata Menteri Lukman di Yogyakarta, Senin (7/8) malam.
Menurut dia, madrasah terus melahirkan generasi yang demikian apabila guru atau pendidiknya selalu hadir sebagai figur yang menyertakan penghargaan, cinta, dan kasih sayang dalam setiap layanan pendidikan yang diberikan kepada murid-muridnya tanpa terkecuali.
"Model pengajaran yang demikian akan menghasilkan peserta didik yang mengerti toleransi, cinta kasih, dan empati," kata dia.
Ki Hajar Dewantara, menurut Lukman, telah memberikan contoh perubahan dalam pendidikan, yakni dari konsep 'satria pinandita' (pejuang yang pengajar) menjadi 'pinandita satria' (pengajar yang sekaligus pejuang atau kesatria).
"Maka, setiap guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dahulu, seperti seorang kesatria sebelum mengajar untuk muridnya," katanya.
Dengan model pengajaran demikian, dia berharap setiap lulusan madrasah tidak hanya mampu menjaga diri, tetapi juga menjaga negeri. Mereka bukan sekadar mampu mengaplikasikan teknologi, melainkan juga iman dan takwa serta cinta tanah air untuk menjaga keutuhan bangsa.
"Karena itu, anak madrasah wajib menjaga negeri. Bila telah memiliki keahlian masing-masing, tetaplah bergandengan maju demi bangsa," katanya. (*)
Sumber: ANTARA