Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Maudy Ayunda Rilis 2 Lagu Soundtrack Film 'Para Perasuk', Angkat Emosi dan Penerimaan Diri

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026

MerahPutih.com - Rekata Studio bersama Trinity Optima Production kembali menghadirkan karya terbaru dari Maudy Ayunda sebagai bagian dari original soundtrack (OST) film Para Perasuk.

Setelah merilis lagu Aku yang Engkau Cari pada awal 2026, kini versi lirik video dari lagu tersebut resmi diperkenalkan. Tak hanya itu, Maudy juga merilis single terbaru berjudul Di Tepi Lamunan yang turut memperkuat nuansa emosional film tersebut.

Kedua lagu ini menampilkan warna vokal Maudy Ayunda yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Liriknya menggambarkan perjalanan batin karakter utama, Bayu, yang diperankan oleh Angga Yunanda.

Baca juga:

'Aku yang Engkau Cari', Lagu Maudy Ayunda yang Lahir dari Dunia 'Para Perasuk'

Proses kreatif lagu Aku yang Engkau Cari lahir dari pengalaman Maudy selama berada di lokasi syuting. Selain sebagai pengisi soundtrack, ia juga terlibat langsung sebagai pemain dalam film tersebut.

Maudy menulis lagu ini bersama Lafa Pratomo, dengan pendekatan emosional yang lebih subtil dan mendalam. Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai karya yang mengalir lembut, namun menyimpan kegelisahan yang kuat.

“Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya sangat membebaskan aku,” kata Maudy Ayunda.

Baca juga:

3 Fakta Menarik Film 'Para Perasuk' Karya Sutradara Wregas Bhanuteja

Nuansa emosional tersebut juga diterjemahkan dalam visual video musik Di Tepi Lamunan yang digarap oleh sutradara Wregas Bhanuteja.

Sebagai sutradara film Para Perasuk, Wregas mengungkapkan bahwa karya ini mengangkat perjalanan transformasi karakter Bayu menuju penerimaan diri.

“Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on. Itulah esensi penerimaan yang ingin saya sampaikan,” ujar Wregas Bhanuteja. (Far)

Baca Artikel Asli