Nuh... Rilis Album 'Sarapan di Hari Minggu', Cerita Sederhana dengan Makna yang Dalam

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Nuh... Rilis Album 'Sarapan di Hari Minggu', Cerita Sederhana dengan Makna yang Dalam

Nuh lepas album baru. (foto: dok/nuh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Musisi asal Medan, Nuh..., kembali menegaskan identitasnya sebagai salah satu penulis lagu dengan cerita paling personal di skena musik pop Indonesia melalui album penuh keduanya bertajuk Sarapan di Hari Minggu.

Album tersebut resmi dirilis di seluruh platform streaming digital dengan menghadirkan sembilan lagu yang memadukan nuansa Pop Jazz dengan sentuhan musik Melayu yang menjadi karakter khas Nuh....

Menggunakan nama asli Muhammad Rizki Nugroho, Nuh... menjadikan album ini sebagai langkah penting dalam perjalanan musikalnya sekaligus menunjukkan perkembangan karya setelah sebelumnya dikenal melalui sejumlah lagu seperti Teruntuk Mia, Simpan Dulu Rindu, hingga kolaborasi bersama rapper Basboi dalam lagu Yank.

Baca juga:

UTY Rilis EP Perdana 'Pacar Virtual', Hadirkan Identitas Musik Lewat Topeng Misterius

Mengangkat Keindahan dari Momen Sederhana

Lewat album Sarapan di Hari Minggu, Nuh... tidak menghadirkan kisah besar yang penuh dramatisasi. Sebaliknya, album ini mengajak pendengar menikmati kehangatan dari momen-momen sederhana yang sering hadir di tengah rutinitas sehari-hari.

Konsep album tersebut lahir dari pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupan sang musisi. Bagi Nuh..., suasana sarapan pada hari Minggu memiliki nuansa berbeda dibandingkan hari-hari lainnya.

Jika pagi di hari kerja identik dengan kesibukan, tekanan waktu, dan berbagai tuntutan, maka hari Minggu menjadi ruang untuk berhenti sejenak, menikmati waktu, serta merasakan ketenangan.

Album ini sebenarnya terinspirasi dari keseharian. Menurutku sarapan di hari Minggu itu menenangkan dan menyenangkan, berbeda dari sarapan di hari-hari lain. Kalau hari-hari lain itu seperti buru-buru dan dikejar waktu, kadang sampai makan sambil menyetir,

Nuh....

Ia berharap seluruh lagu dalam album ini dapat menghadirkan perasaan yang sama kepada pendengar, yaitu rasa nyaman sekaligus menyenangkan.

Sembilan Lagu dengan Cerita Personal

Secara emosional, album Sarapan di Hari Minggu membawa pendengar melewati berbagai fase perasaan, mulai dari suasana hangat hingga pengalaman kehilangan yang mendalam.

Dua lagu yang menjadi representasi kuat dari perjalanan emosional tersebut adalah Sarapan di Hari Minggu dan Cinta Tanpa Tapi.

Sebagai lagu utama, Sarapan di Hari Minggu menggambarkan ketenangan yang muncul ketika seseorang dapat menikmati waktu tanpa tekanan, meskipun tetap menyadari adanya tanggung jawab yang harus dijalani.

Nuansa lokal dalam lagu ini juga diperkuat melalui artwork album berupa ilustrasi cat air yang menampilkan semangkuk mi ayam dan sepiring nasi goreng lengkap dengan pelengkapnya. Visual tersebut menghadirkan gambaran pagi yang akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Sementara itu, lagu Cinta Tanpa Tapi menghadirkan sisi emosional yang lebih mendalam. Lagu ini menjadi persembahan Nuh... untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Melalui liriknya, ia menggambarkan arti cinta tanpa syarat sekaligus rasa kehilangan dan penyesalan yang mungkin dirasakan seorang anak ketika baru mampu membahagiakan orang tuanya, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka telah tiada.

Baca juga:

Audi Kirana Rilis Album Debut 'Teenagerism', Potret Jujur Dinamika Masa Remaja

Perpaduan Pop Jazz dan Sentuhan Melayu

Dengan perpaduan lirik yang intim, aransemen Pop Jazz yang hangat, serta sentuhan musik bernuansa Melayu, album Sarapan di Hari Minggu menjadi karya yang merekam berbagai fase kehidupan dengan cara sederhana namun penuh makna.

Album ini tidak hanya menawarkan pengalaman musikal, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi tentang kebahagiaan kecil, kenangan, kehilangan, dan arti menghargai waktu bersama orang-orang terdekat.

Album Sarapan di Hari Minggu kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming musik digital. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
Piche Kota merilis single terbaru 'Sedikit Lebih Lama' pada 18 September 2026. Lagu ditulis bersama Happy Andromeda dan Krisna Trias.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
ShowBiz
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
Beabadoobee merilis album terbaru 'Pylon' yang mengeksplorasi rock, kesepian, kemarahan, cinta, perubahan, hingga ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
ShowBiz
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
Jackson Wang kembali lewat single 'Thank You'. Lagu ini menjadi rilisan pertama setelah karya solo pada 2025 sekaligus debutnya bersama Roc Nation.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
ShowBiz
MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
Secara total, Taylor Swift punya 33 piala MTV VMA, mengalahkan Beyonce.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
ShowBiz
Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026 Menang Song of the Year
Para anggota mempersembahkan kemenangan Song of the Year ini kepada semua orang yang telah menyukai musik mereka.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026  Menang Song of the Year
ShowBiz
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
Akbar Chalay dan Mingse kembali dengan single 'Kok Masih Rindu?'. Lagu hipdut ini terinspirasi dari kebiasaan mereka video call dengan pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
ShowBiz
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
Lagu ini membawa atmosfer romantis yang kuat dengan lirik yang berbicara tentang cinta, keyakinan, serta komitmen.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
ShowBiz
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
Menelusuri perjalanan Guruh Gipsy, dari eksperimen musik pada 1970-an hingga tampil langsung di Synchronize Fest 2025 bersama tiga personel asli.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
ShowBiz
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
Menelusuri perjalanan musik Guruh Soekarnoputra, dari menciptakan lagu sejak usia 15 tahun, Gipsy, hingga eksplorasi musik dan tradisi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
ShowBiz
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Ia datang membawa kembali kemewahan, gaya centil, jargon-jargon khas, dan tentu saja tingkah panggung yang sulit ditebak.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Bagikan