Malu-Malu Dorong AHY Cawapres, Pengamat: SBY Blunder di Luar Akal Sehat

Kamis, 02 Agustus 2018 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Sikap Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dalam berbagai kesempatan terkesan mengelak tengah mendorong anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden bisa berujung blunder.

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin berpandangan langkah SBY bisa membuat pamor dan elektabilitas AHY yang kini melambung jadi anjlok. Tak hanya itu, pernyataan SBY itu sama juga menghina logika berfikir publik.

"Apa yang dikatakan oleh SBY itu menurut saya agak mengganggu akal sehat kita. Tidak logis. Sebab, agenda untuk mengusung AHY sebagai cawapres tentu tidak bisa dilakukan secara pasif, melainkan harus dibarengi oleh sebuah proses komunikasi yang intens dengan pihak capres dan parpol lainnya," kata Said, di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (2/8).

AHY
AHY (kiri) berada satu meja saat pertemuan SBY dan Prabowo Subianto pada 24 Juli lalu. (Foto: Imelda Sari/Rizki Abror)

Menurut Said, agenda politik memajukan AHY dalam kontestasi Pilpres jelas terang benderang dari sikap petinggi Demokrat dan safari politik yang dilakukan AHY beberapa bulan terakhir. "Safari politik AHY ke sejumlah daerah dan pemampangan balihonya secara masif diberbagai pelosok negeri menjadi indikasi kuat dari agenda itu," imbuh dia.

Apalagi, kata Said, para elit Demokrat pun selama ini tak henti bersuara tentang peluang AHY. Terlebih, aksi demi aksi deklarasi dukungan terhadap AHY juga terus digelar tanpa henti. "Beberapa hari lalu dibuat di Gedung Joang 45, dan hari ini saya dengar juga akan digelar lagi di Djakarta Theater," ujar dia.

Dari semua fakta-fakta itu, lanjut Said, sebetulnya sudah sangat terang benderang dan tidak bisa lagi dibantah Demokrat memang sungguh-sungguh sedang memperjuangkan AHY sebagai capres atau cawapres. Namun, kata dia, sayangnya SBY justru mengelak menjadi bagian dari upaya sejumlah elemen dari Partai Demokrat yang gencar mempromosikan AHY.

SBY Jokwi
Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Dalam setiap keterangan yang disampaikan oleh SBY setelah dirinya melakukan komunikasi politik dengan Jokowi, Ketua Umum PAN, Pimpinan PKS, dan khususnya dengan Prabowo Subianto, SBY selalu menekankan pertemuan diantara mereka tidak pernah membahas, apalagi meminta dukungan agar AHY bisa diterima sebagai cawapres Jokowi atau Prabowo.

Padahal, Said menjelaskan SBY sebetulnya sempat keceplosan dengan mengatakan mereka sempat membahas soal jatah kursi menteri untuk Demokrat jika partai itu bersedia bergabung di koalisi petahana saat bertemu Jokowi. "Nah, kalau untuk isu sekunder soal posisi menteri saja sudah dibicarakan, maka logikanya: apalagi untuk hal yang lebih primer seperti posisi cawapres," tandas dia. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan