Malu-Malu Dorong AHY Cawapres, Pengamat: SBY Blunder di Luar Akal Sehat
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) berfoto bersama sejumlah kader partai Demokrat usai menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center, Jakarta (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Sikap Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dalam berbagai kesempatan terkesan mengelak tengah mendorong anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden bisa berujung blunder.
Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin berpandangan langkah SBY bisa membuat pamor dan elektabilitas AHY yang kini melambung jadi anjlok. Tak hanya itu, pernyataan SBY itu sama juga menghina logika berfikir publik.
"Apa yang dikatakan oleh SBY itu menurut saya agak mengganggu akal sehat kita. Tidak logis. Sebab, agenda untuk mengusung AHY sebagai cawapres tentu tidak bisa dilakukan secara pasif, melainkan harus dibarengi oleh sebuah proses komunikasi yang intens dengan pihak capres dan parpol lainnya," kata Said, di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (2/8).
Menurut Said, agenda politik memajukan AHY dalam kontestasi Pilpres jelas terang benderang dari sikap petinggi Demokrat dan safari politik yang dilakukan AHY beberapa bulan terakhir. "Safari politik AHY ke sejumlah daerah dan pemampangan balihonya secara masif diberbagai pelosok negeri menjadi indikasi kuat dari agenda itu," imbuh dia.
Apalagi, kata Said, para elit Demokrat pun selama ini tak henti bersuara tentang peluang AHY. Terlebih, aksi demi aksi deklarasi dukungan terhadap AHY juga terus digelar tanpa henti. "Beberapa hari lalu dibuat di Gedung Joang 45, dan hari ini saya dengar juga akan digelar lagi di Djakarta Theater," ujar dia.
Dari semua fakta-fakta itu, lanjut Said, sebetulnya sudah sangat terang benderang dan tidak bisa lagi dibantah Demokrat memang sungguh-sungguh sedang memperjuangkan AHY sebagai capres atau cawapres. Namun, kata dia, sayangnya SBY justru mengelak menjadi bagian dari upaya sejumlah elemen dari Partai Demokrat yang gencar mempromosikan AHY.
Dalam setiap keterangan yang disampaikan oleh SBY setelah dirinya melakukan komunikasi politik dengan Jokowi, Ketua Umum PAN, Pimpinan PKS, dan khususnya dengan Prabowo Subianto, SBY selalu menekankan pertemuan diantara mereka tidak pernah membahas, apalagi meminta dukungan agar AHY bisa diterima sebagai cawapres Jokowi atau Prabowo.
Padahal, Said menjelaskan SBY sebetulnya sempat keceplosan dengan mengatakan mereka sempat membahas soal jatah kursi menteri untuk Demokrat jika partai itu bersedia bergabung di koalisi petahana saat bertemu Jokowi. "Nah, kalau untuk isu sekunder soal posisi menteri saja sudah dibicarakan, maka logikanya: apalagi untuk hal yang lebih primer seperti posisi cawapres," tandas dia. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
9 Jurus Menko AHY Pecahkan Kebuntuan Aturan Zero ODOL yang Mandek 16 Tahun
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Kajian Dampak Zero ODOL BPS Rampung Desember 2025, AHY Ungkap Potensi Positif Ekonomi dan Keselamatan
AHY Instruksikan Pemeriksaan Konstruksi Bangunan Publik, Cegah Insiden ‘Mengerikan’ Ponpes Al Khoziny Terulang
Banjir Bali Disebabkan Kerusakan Lingkungan, AHY Khawatirkan Sektor Pariwisata Jadi Terganggu