Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Mahasiswa ITB Kembangkan Hand Sanitizer Organik dari Limbah Tani

P Suryo R - Selasa, 11 Januari 2022

INOVASI di bidang kesehatan khususnya terkait pandemi COVID-19 terus dilakukan oleh para peneliti dan ilmuwan. Seperti salah satunya adalah hand sanitizer yang menarik mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S) mengembangkan hand sanitizer organik bernama Eco-Tizer. Hand sanitizer ini dibuat dengan bahan dasar limbah hasil tani. Eco-Tizer sekaligus sebagai produk lokal sebagai alat untuk mencuci tangan.

“Harapannya Eco-Tizer ini bisa berperan menjadi produk lokal yang bermanfaat bagi banyak orang,” harap ketua tim peneliti, Afina Naufal Nur Islami, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga:

Penelitian: Pilek Memberikan Perlindungan Terhadap COVID-19

sanitizer
Hasil pengembangan dari limbah hasil pertanian. (Foto: dok. ITB)

Proses pembuatan hand sanitizer ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa pada 6–14 November 2021 lalu. Kegiatan dilakukan di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Mahasiswa yang terdiri dari jurusan mikrobiologi dan biologi ini juga mengedukasi masyarakat akan bahayanya pandemi COVID-19 dan pentingnya menjaga kebersihan saat ini. Selain mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi, mereka juga membimbing warga desa untuk bisa membuat penyanitasi berbahan organik yang berasal dari sisa panen mereka.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh tim juga sudah melakukan tes swab sebelum pergi ke desa. Kegiatan ini diawali dengan pembuatan eco-enzyme selama 8-10 hari. Eco-enzyme ini berasal dari limbah tani warga berupa selada yang sudah jatuh bagian luarnya. Setelah eco-enzyme selesai dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan hand sanitizer berbasis eco-enzyme.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat dapat meneruskan pembuatan hand sanitizer berbasis eco-enzyme untuk mengatasi beberapa permasalahan yang ada secara berkelanjutan. Dalam kegiatan ini pula, masyarakat akan mendapatkan prototipe hand sanitizer berbasis eco-enzyme yang telah dibuat sebelumnya.

Baca Juga:

Pembasmi COVID-19 'Nose Sanitizer' Mulai Diproduksi

sanitizer
Diharapkan dapat menjadi produk komersil. (Foto: Pexels/Edward Jenner)

Afina Naufal Nur Islami mengatakan, setelah Eco-Tizer ini berhasil dibuat, tim berencana melakukan uji anti-mikroba dengan mikroba uji Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. “Ke depannya semoga Eco-Tizer ini bisa dikembangkan menjadi produk komersil,” kata Afina.

Sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka program Pengabdian Masyarakat untuk Mahasiswa yang berada di bawah naungan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB. Acara pengabdian ini berjalan dengan baik berkat dukungan Ditmawa serta warga yang antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir.

Sementara itu, data COVID-19 di Bandung hingga 10 Januari 2022 masih terpantau landai. Kasus konfirmasi aktif (dirawat) sebanyak 14 orang, dan suspek dipantau 27 orang. Total kasus konfirmasi sejak awal pandemi pada 2020 lalu mencapai 43.578 orang. Dari jumlah total tersebut, konfirmasi sembuh sebanyak 42.140 orang, dan meninggal 1.424 orang. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Florona, Kolaborasi Influenza dan Corona Menginfeksi Tubuh

Baca Artikel Asli