Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Lirik dan Makna Lagu 'Menari-nari' Raim Laode, Tentang Kenangan yang Terus Hidup

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026

MerahPutih.com - Lagu Menari-nari menjadi karya terbaru dari Raim Laode yang kembali menghadirkan nuansa emosional khas dalam musiknya.

Setelah dikenal lewat karya puitis dan menyentuh seperti Komang, Raim kembali mengajak pendengar menyelami lapisan perasaan yang lebih dalam—kali ini berkisar pada kenangan, penyesalan, hingga proses belajar mengikhlaskan seseorang yang pernah begitu berarti.

Secara garis besar, Menari-nari mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Kenangan tentang tawa, kebersamaan, dan momen indah seolah terus berputar dan “menari-nari” di dalam pikirannya, meskipun hubungan tersebut telah lama berakhir.

Melalui pendekatan lirik yang sederhana namun sarat makna, lagu ini menangkap realitas emosional yang kerap dialami banyak orang: sulitnya benar-benar melepaskan masa lalu. Perasaan yang belum tuntas membuat ingatan terus hadir, bahkan di saat seseorang berusaha melangkah maju.

Baca juga:

Single Baru Raim Laode 'Iqro' Angkat Refleksi Spiritual dan Kehidupan, Simak Lirik Lengkapnya

Raim Laode Segarkan Lagu Legendaris 'Pergilah Kasih' dengan Sentuhan City Pop

Raim Laode Lepas Single 'Babak Terakhir', Angkat Isu Tentang Perpisahan dengan Lirik Mendalam

Lirik Menari-nari - Raim Laode

Menari-nari

Tawamu kembali

Mengisi hari yang ramai

Kini kau sudah berlaga dengannya

Meski mendung selalu tertulis di setiap statusmu

Bahkan kini kau jadi sejarah

Senyumanmu masih tetap paling ku suka

Betapa bodohnya diri yang lalu

Dan ku berdoa Tuhan pertemukan dia dengan yang dia suka

Insan yang baik, maka berhenti kukagumimu

Terima kasihku, Ima ucapkan karena pernah warnai sejarah

Kini ku sudah belajar karenamu

Meski sulit kulihat senyummu

Bukan karenaku

Tanpa waktu, bukan kuasa kita

Andai ku bisa kuputar kembali waktu bersama

Ku ingin kembali

Kucium, kucium kembali

Betapa bodohnya kita yang muda

Bahkan kini kau jadi sejarah

Senyumanmu masih tetap paling ku suka

Betapa bodohnya diri yang lalu dan ku berdoa

Tuhan pertemukan dia dengan yang dia suka

Insan yang baik, maka berhenti

Kukagumimu

Ku ingin kembali

Maka berhenti, kukagumimu

(far)

Baca Artikel Asli