MerahPutih.com - Lagu Menari-nari menjadi karya terbaru dari Raim Laode yang kembali menghadirkan nuansa emosional khas dalam musiknya.
Setelah dikenal lewat karya puitis dan menyentuh seperti Komang, Raim kembali mengajak pendengar menyelami lapisan perasaan yang lebih dalam—kali ini berkisar pada kenangan, penyesalan, hingga proses belajar mengikhlaskan seseorang yang pernah begitu berarti.
Secara garis besar, Menari-nari mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Kenangan tentang tawa, kebersamaan, dan momen indah seolah terus berputar dan “menari-nari” di dalam pikirannya, meskipun hubungan tersebut telah lama berakhir.
Melalui pendekatan lirik yang sederhana namun sarat makna, lagu ini menangkap realitas emosional yang kerap dialami banyak orang: sulitnya benar-benar melepaskan masa lalu. Perasaan yang belum tuntas membuat ingatan terus hadir, bahkan di saat seseorang berusaha melangkah maju.
Baca juga:
Single Baru Raim Laode 'Iqro' Angkat Refleksi Spiritual dan Kehidupan, Simak Lirik Lengkapnya
Raim Laode Segarkan Lagu Legendaris 'Pergilah Kasih' dengan Sentuhan City Pop
Raim Laode Lepas Single 'Babak Terakhir', Angkat Isu Tentang Perpisahan dengan Lirik Mendalam
Lirik Menari-nari - Raim Laode
Menari-nari
Tawamu kembali
Mengisi hari yang ramai
Kini kau sudah berlaga dengannya
Meski mendung selalu tertulis di setiap statusmu
Bahkan kini kau jadi sejarah
Senyumanmu masih tetap paling ku suka
Betapa bodohnya diri yang lalu
Dan ku berdoa Tuhan pertemukan dia dengan yang dia suka
Insan yang baik, maka berhenti kukagumimu
Terima kasihku, Ima ucapkan karena pernah warnai sejarah
Kini ku sudah belajar karenamu
Meski sulit kulihat senyummu
Bukan karenaku
Tanpa waktu, bukan kuasa kita
Andai ku bisa kuputar kembali waktu bersama
Ku ingin kembali
Kucium, kucium kembali
Betapa bodohnya kita yang muda
Bahkan kini kau jadi sejarah
Senyumanmu masih tetap paling ku suka
Betapa bodohnya diri yang lalu dan ku berdoa
Tuhan pertemukan dia dengan yang dia suka
Insan yang baik, maka berhenti
Kukagumimu
Ku ingin kembali
Maka berhenti, kukagumimu
(far)