Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Lindungi Anak Sedang Belajar via Daring, Seorang Ibu Meninggal Tertimpa Bangunan

Zulfikar Sy - Rabu, 25 Agustus 2021

MerahPutih.com - Tiga anggota keluarga Hari Musa asal Jalan Tambaksari Selatan, Gang 4, Surabaya, dilarikan menuju RSUD dr Soetomo setelah tertimpa bangunan lantai dua, Rabu (25/8).

Kapolsek Tambaksari Kompol M Akhyar mengatakan, kejadian tersebut membuat satu dari tiga orang harus kehilangan nyawa, saat perjalanan ke RSUD dr Soetomo guna mendapatkan penanganan.

"Yang berhasil di evakuasi tiga orang. Satu orang meninggal dalam perjalanan, atas nama Fitri Wulan umur 37 tahun," tuturnya.

Baca Juga:

Wali Kota Surabaya Belum Setujui PTM bagi Siswa SD, SMP dan TK

Wulan meninggal disebabkan kehabisan oksigen, korban nampak tertimbun reruntuhan cukup lama. Sedangkan NVL (13), serta orang tuanya, Marni (57) tengah dalam perawatan intensif, sebab mengalami luka cukup parah, pasca tertimpa reruntuhan bangunan tersebut.

"Kejadiannya tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Korbannya tadi dalam keadaan telungkup. Pertama (dievakuasi) NVL, kelas 2 SMP, lalu Fitri Wulan dan Bu Marni. Dievakuasi di RSUD dr Soetomo guna mendapatkan perawatan," ungkapnya.

 Para korban tertimpa bangunan rumah lantai 2 saat dievakuasi Petugas PMI Surabaya menuju RSUD dr Soetomo. (Foto: MP/Andika Eldon)
Para korban tertimpa bangunan rumah lantai 2 saat dievakuasi Petugas PMI Surabaya menuju RSUD dr Soetomo. (Foto: MP/Andika Eldon)

Dugaan sementara, Akhyar menyatakan, rumah yang dihuni empat orang itu ambruk dimakan usia. Selain itu, bahan bangunan juga menggunakan kayu yang bisa saja kurang tangguh.

"Bangunan lama, tahun 1960 sudah dihuni. ya ukurannya 3×11 bukan cor-coran, hanya kayu biasa sehingga kayu lapuk atasnya ada beban berat yakni lemari pakaian," ucap Akhyar.

Baca Juga:

Wali Kota Surabaya Sebut Bisa Vaksinasi Seluruh Warga Dalam 20 Hari

Menurut informasi yang dihimpun warga sekitar, saat itu Fitri Wulan sang ibu dari NVL sedang mendampingi anaknya mengikuti pelajaran sekolah secara daring di ruang tamu.

"Tadi pas saya lewat situ anaknya di kursi lagi daring (sekolah), ibunya sedang bersih-bersih depan ruang tv (televisi). Pas saya balik lah kok rumahnya roboh dan waktu dievakuasi itu ibunya sepertinya di atas anaknya ya kayak melindungi anaknya dari reruntuhan bangunan itu," terang Vivi tetangga korban. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Sampah Masker di Surabaya Capai 863 Kilogram, Begini Penanganannya

Baca Artikel Asli