MerahPutih.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi memangkas durasi latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta program Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kebijakan ini diambil setelah evaluasi atas insiden meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti pelatihan.
Baca juga:
Ini Yang Harus Dipelajari Calon Menajer Koperasi Desa Merah Putih, Bukan Pendekatan Fisik Berlebihan
Latsarmil Berubah Jadi Bela Negara 2 Pekan
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menjelaskan konsep pelatihan kini diganti menjadi Pelatihan Bela Negara dengan durasi lebih singkat hanya berlangsung selama dua pekan.
Tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 satdik (satuan pendidikan TNI) tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah, itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut,
kata Wamenhan Donny Ermawan, usai rapat dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (1/7).
Evaluasi Insiden 5 Peserta Meninggal
Donny menegaskan perubahan skema diklat calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu merupakan hasil evaluasi menyeluruh atas insiden meninggalnya lima peserta SPPI.
Baca juga:
Lebih dari 35 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Ikuti Pelatihan Komcad
Menurut dia, peserta akan melanjutkan pendidikan manajerial selama satu bulan setelah menyelesaikan pelatihan Bela Negara. Dilansir Antara, untuk modul pembelajaran disiapkan dua kementerian terkait sesuai program koperasi desa maupun koperasi nelayan.
Dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) juga sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran,
Wamenhan Donny Ermawan
(*)