Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Lagu 'Buih Jadi Permadani' Kembali Populer: Versi Zinidin Zidan, Nabila Maharani, dan Tri Suaka Sukses Tarik Perhatian

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Februari 2026

MerahPutih.com - Lagu legendaris Buih Jadi Permadani kembali menjadi perbincangan publik setelah viral di berbagai platform media sosial.

Lagu yang dipopulerkan oleh band pop rock asal Malaysia, Exists, ini pertama kali dikenal luas pada era 1990-an dan menjadi salah satu karya paling ikonik pada masanya.

Diciptakan oleh komposer asal Malaysia, Saari Amri, lagu ini menghadirkan lirik puitis dan melodi yang emosional, sehingga mudah melekat di hati pendengar lintas generasi.

Popularitas Buih Jadi Permadani kembali meningkat setelah dibawakan ulang oleh trio musisi Indonesia, yakni Zinidin Zidan, Nabila Maharani, dan Tri Suaka.

Baca juga:

Makna Lirik Lagu 'Taragak Pulang', Lagu Minang yang Selalu Sukses Bikin Perantau Haru

Pas Ramadan, Maher Zain Curhat Pergulatan Iman di Lirik Lagu “Take My Hand”

Lagu Religi 'PadaMu Kubersujud' Kembali lewat Suara Melisa Darusman, Simak Liriknya

Lirik Buih Jadi Permadani - Zinidin Zidan, Nabila Maharani, dan Tri Suaka

Dinginnya angin malam ini

Menyapa tubuhku

Namun tidak dapat dinginkan panasnya

Hatiku ini

Terasa terhempasnya kelakianku ini

Dengan sikapmu

Apakah karna aku

Insan kekurangan

Mudahnya kau mainkan

Oh mungkinkah diri ini

Dapat merubah buih

Yang memutih

Menjadi permadani

Seperti pinta

Yang kau ucap

Dalam janji cinta

Juga mustahil bagiku

Menggapai bintang di langit

Siapalah diriku

Hanya insan biasa

Semua itu

Sungguh aku

Tiada mampu

Salah aku juga

Karna jatuh cinta

Insan seperti dirimu seanggun bidadari

Seharusnya aku

Cerminkan diriku

Sebelum tirai hati

Aku buka

Untuk mencintaimu

Oh mungkinkah diri ini

Dapat merubah buih

Yang memutih

Menjadi permadani

Seperti pinta

Yang kau ucap

Dalam janji cinta

Juga mustahil bagiku

Menggapai bintang di langit

Siapalah diriku

Hanya insan biasa

Semua itu

Sungguh aku

Tiada mampu

Salah aku juga

Karna jatuh cinta

Insan seperti dirimu seanggun bidadari

Seharusnya aku

Cerminkan diriku

Sebelum tirai hati

Aku buka

Untuk mencintaimu

Aaa aa aaa…

Aaa aa aaa...

Ooo oo ooo…

Ooo oo ooo…

(far)

Baca Artikel Asli