MerahPutih.com - Pemerintah berencana menghadirkan program kuliah gratis melalui pendirian 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI). Seluruh biaya pendidikan mahasiswa nantinya akan ditanggung negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mengutip dari laman resminya, informasi tersebut disampaikan Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7).
Mahasiswa Tidak Dipungut Biaya Kuliah
Menurut Donny, URI akan menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana (S1) dengan skema beasiswa penuh.
Mahasiswa yang diterima tidak akan dikenakan biaya kuliah. Meski demikian, lulusan URI tetap akan memperoleh gelar akademik resmi sebagaimana perguruan tinggi pada umumnya.
Selain itu, URI juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas unggulan di luar negeri guna mendukung kualitas pendidikan.
Donny memastikan seluruh kebutuhan operasional maupun pembiayaan kampus akan bersumber dari APBN.
Baca juga:
Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus, Fokus Cetak SDM dan Pemimpin Masa Depan
Dirancang Mencetak SDM Unggul dan Calon Pemimpin Nasional
Program kuliah gratis ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
Universitas Republik Indonesia dirancang untuk mengintegrasikan sistem pendidikan, mulai dari Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, hingga pembinaan melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Melalui sistem tersebut, URI diproyeksikan mampu mencetak calon pemimpin di lingkungan pemerintahan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mengadopsi Model Pendidikan Elite Prancis
Dalam konsepnya, URI mengadopsi model pendidikan lembaga elite Prancis, École Nationale d'Administration (ENA) atau yang kini dikenal sebagai Institut National du Service Public (INSP).
Sistem tersebut berfokus pada pembentukan karakter kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta pola pikir strategis bagi para peserta didik.
Baca juga:
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Kampus Permanen Dibangun di Bogor
Pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan kampus permanen di kawasan Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat, dengan memanfaatkan lahan bekas perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang sudah tidak produktif.
Sementara menunggu pembangunan selesai, kegiatan operasional URI akan berlangsung di bekas gedung Kementerian BUMN di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Sebagai langkah awal, konsep pembinaan URI telah diterapkan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang dimulai sejak 20 Mei 2026.
Program tersebut saat ini diikuti oleh 399 pegawai baru BUMN yang mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan penguatan karakter sebagai angkatan pertama. (Far)