Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Konflik Timur Tengah Memanas, PKS Kritik Agresi AS-Israel ke Iran Cederai Perdamaian Global

Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026

MerahPutih.com - Eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan AS-Israel terhadap Iran berpotensi meluas.

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid menilai, agresi tersebut telah mencederai upaya menjaga perdamaian global.

“Eskalasi militer yang ditandai agresi AS–Israel ke Iran telah mencederai semangat perdamaian global yang kita upayakan bersama,” ujar Muhammad Kholid dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/3).

Menanggapi situasi tersebut, Kholid menyampaikan sejumlah poin sikap strategis PKS.

Baca juga:

Eskalasi Konflik AS-Israel Lawan Iran Memanas, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara

Pertama, PKS memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang mengumumkan penghentian sementara seluruh pembahasan implementasi dalam Board of Peace (BoP).

Menurut Kholid, langkah tersebut merupakan sikap yang tepat dan bermartabat dari pemerintah Indonesia.

“Kita tidak mungkin bicara tentang meja perdamaian ketika salah satu pihak yang terlibat justru bertindak sebagai agresor yang memantik dan memperluas api peperangan. Indonesia tidak akan membiarkan diplomasi dijadikan sekadar tameng bagi tindakan militer yang destruktif,” tegasnya.

Kedua, PKS juga menyatakan dukungan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kesiapan Indonesia untuk keluar dari forum BoP jika forum tersebut tidak berpihak pada kepentingan dan kemerdekaan Palestina.

Baca juga:

Gaza Memanggil! 8.000 Pasukan Indonesia Siap Amankan Palestina Secara Bertahap Mulai April

Kholid menegaskan, bahwa bagi bangsa Indonesia, kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar.

“Jika BoP tidak lagi mengarah pada keadilan bagi Palestina, maka keluar dari BoP adalah sebuah keharusan moral dan politik,” ujarnya.

Ketiga, Kholid menekankan pentingnya Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh terseret dalam kepentingan kekuatan global mana pun yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga:

DPR Ingatkan Pemerintah Tetap Objektif Sikapi Ketegangan Iran dan Amerika Serikat-Israel

Sikap bebas aktif berarti kita bebas menentukan kawan berdasarkan kebenaran, dan aktif berupaya menghapuskan penjajahan di atas dunia.

“Solidaritas internasional harus kita bangun untuk memastikan bahwa tidak ada tempat bagi pelanggar kedaulatan di forum-forum terhormat dunia,” katanya.

Kholid menambahkan, bahwa diplomasi Indonesia harus tetap berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap perdamaian dunia.

“Diplomasi kita adalah diplomasi kemanusiaan. Sebagaimana kita menghitung setiap nyawa di Gaza, kita pun peduli pada stabilitas kawasan Timur Tengah secara luas,” tuturnya. (knu)

Baca Artikel Asli