MerahPutih.com - Sebuah video viral memperlihatkan seorang masinis berjalan menyusuri pengendara motor yang tengah berhenti di belakang palang pintu kereta api.
Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @Chamberafli, masinis itu jalan menuju lokomotif berjalan santai sambil membawa tas kresek warna hitam.
Baca Juga
Gelar Sosialisasi di Perlintasan, KAI-Komunitas Pecinta KA Ajak Pengendara Tertib Berlalu Lintas
Akun @Chamberafli mempersepsikan bahwa masinis tersebut membawa makanan.
Jajan pake motor ?
— A Man Called PLI ? (@Chamberafli) November 7, 2019
Jajan pake mobil ?
Jajan pake go food ?
NOOB
Jajan Pake Lokomotif ???? pic.twitter.com/SJtJSRDoF6
Tak ayal, video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Hingga kini, video tersebut sudah di re-teweet sebanyak lebih dari 42.000 kali dan telah disukai sebanyak lebih dari 1.400 kali oleh pengguna twitter.
Terkait video itu, VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo mengatakan bahwa berhentinya lokomotif tersebut bukan karena menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang.
"Kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (8/11)
Baca Juga
PT KAI Resmikan Ruang Tunggu KA Bandara di Stasiun Balapan Solo
Menurut Edy, kejadian itu terjadi pada 31 Oktober 2019. Ketika itu, KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393 sedang melakukan pemberhentian di Stasiun Parungkuda untuk proses naik dan turun penumpang.
PT KAI menjelaskan setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya menutup Jl. Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplasemen stasiun. Hal tersebut dikarenakan stasiun yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang
Lanjut dia, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang.
"Tidak benar bahwa Penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan," tegasnya.
Baca Juga
Edy menegaskan bahwa kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda
KA Pangrango dengan Nomor 393 memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48. KA tersebut terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi. (*)