Merahputih.com - Pelajar mengamati kawasan hutan mangrove dengan latar patung Bekantan di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB), Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (4/11/2026).
Kawasan wisata alam ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang wajib dikunjungi saat berada di Tarakan. Sebagai salah satu kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang merupakan provinsi termuda di Indonesia sejak terbentuk pada Oktober 2012, Tarakan memiliki potensi wisata alam yang menarik, salah satunya hutan mangrove yang menawarkan keindahan ekosistem pesisir di tengah perkotaan.
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) terletak di jantung Kota Tarakan sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan. Selain menjadi destinasi wisata edukasi dan rekreasi, kawasan ini memiliki peran penting sebagai paru-paru hijau kota, pelindung wilayah pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
KKMB juga menjadi rumah dan kawasan rehabilitasi bagi sejumlah satwa khas Kalimantan, di antaranya Bekantan (Nasalis larvatus), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), serta berbagai spesies satwa lainnya yang dilindungi. Keberadaan kawasan ini menjadikannya salah satu ruang konservasi penting bagi kelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan Utara.
Melihat potensi ekologis dan edukasi yang dimilikinya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengusulkan pengembangan KKMB Tarakan menjadi kawasan ekowisata Taman Hutan Raya (Tahura).
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi konservasi mangrove dan perlindungan habitat satwa, tetapi juga menjadikan KKMB sebagai laboratorium alam serta pusat riset mangrove bertaraf global.
Dengan demikian, KKMB diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata unggulan yang mengintegrasikan kegiatan wisata, pendidikan, penelitian, dan pelestarian lingkungan, sekaligus memperkenalkan kekayaan ekosistem pesisir Kalimantan Utara kepada masyarakat luas. (Foto: MP/Didik Setiawan).