MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman dapat mengambil alih Kuba dalam waktu sekejap, bahkan menyiratkan pengerahan kapal induk di lepas pantai negara pulau itu.
"Kuba akan kami ambil alih dalam waktu sangat cepat," kata Trump, dalam sebuah acara di Florida, AS, Jumat (1/5) malam waktu setempat.
Baca juga:
AS Incar Profit, Larangan Minyak Venezuela Masuk Kuba Dilonggarkan Khusus Sektor Swasta
Menurut Trump, kapal induk USS Abraham Lincoln akan dikerahkan dan berhenti hanya sekitar 100 yard dari garis pantai Kuba. “Mereka akan berkata ‘terima kasih banyak. Kami menyerah,’” imbuhnya, dilansir Antara.
Tak hanya ancaman militer, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas terkait Kuba, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
Baca juga:
Air Canada Tutup Semua Penerbangan ke Kuba, Imbas Krisis Avtur
Reaksi Havana
Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez, langsung menolak keras ancaman tersebut. “Tindakan ini menunjukkan niat untuk sekali lagi menjatuhkan hukuman kolektif kepada rakyat Kuba,” tulisnya di platform X.
Rodriguez menilai langkah AS bersifat ekstrateritorial dan melanggar Piagam PBB. “AS sama sekali tidak berhak untuk memberlakukan tindakan terhadap Kuba atau terhadap negara atau entitas ketiga,” tegasnya.
Baca juga:
Lawan Rencana Agresi Militer AS ke Venezuela, Kuba: Kawasan Amerika Latin-Karibia Zona Damai
Momentum Hari Buruh
Rodriguez juga menyoroti ancaman dan sanksi diumumkan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) untuk menekan rakyat Kuba.
"Bukan kebetulan bahwa tindakan ini diumumkan pada 1 Mei," tandasnya, merujuk aksi jutaan warga Kuba turun ke jalan mengecam blokade AS. (*)