MerahPutih.com - Seorang pelajar asal Indonesia yang sedang menjalani program pertukaran di Erasmus University oleh seseorang tak dikenal pada Sabtu (21/7) pukul 05.30 waktu setempat.
Merujuk laporan Nederlandse Omroep Stichting (NOS), salah satu organisasi penyiaran publik Belanda pada Minggu (22/7), korban mengaku pada penduduk setempat bahwa ia telah diikuti oleh seorang pria dari Avenue Concordia, dalam perjalanannya menggunakan sepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam ke rumahnya di Herman Bavinck-straat pada Sabtu (21/7).
Perempuan muda tersebut tiba ditujuan sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat, dan tidak lama setelah mengunci sepedanya di jalan dekat rumah, dia diserang hingga tidak sadarkan diri kemudian diperkosa. Akibat kejadian tersebut dia terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh penduduk sekitar.
Polisi segera melakukan penyelidikan atas kasus ini dengan memeriksa rute yang dilalui korban dan kamera keamanan yang terpasang di sepanjang jalan tersebut.
Menurut polisi, pelaku diduga berusia 20-an tahun mengenakan jaket berwarna gelap dan menaiki sepeda berwarna gelap.
Terkait kasus yang melecehkan perempuan Indonesia, Ketua Ikatan Alumni studeren in nederland (Stuned) Immanuel Hutasoit menyayangkan dan turut prihatin atas musibah kekerasan yang dialami oleh pelajar Indonesia yg sedang menuntut ilmu di negeri Belanda.
"Mengecam tindakan keji pelaku sebagai penghinaan terhadap kaum perempuan dan hak asasi manusia," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/7).
Ia juga memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia melalui KBRI Denhag untuk memberikan perlindungan dan pendampingan dalam masa pemulihan serta proses hukum yang akan dijalankan oleh korban.
Oleh karena itu, Stuned mendesak pemerintah Belanda untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan jaminan keamanan bagi pelajar asing yang sedang menuntut ilmu di negeri Kincir Angin tersebut.
Immanuel Hutasoit juga mengimbau para pelajar Indonesia di Belanda untuk tetap fokus studi namun tetap peka dan memberi perhatian pada kejadian ini dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan korban.
Melalui Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda, organisasi kemahasiswaan lain, maupun ikatan alumni, pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda harus terus saling mendukung, menguatkan serta menumbuhkan rasa aman bersama.
"Ikatan Alumni Stuned dengan keahlian alumni yang beragam bersedia untuk memberikan dukungan dan support bagi pemulihan korban sekembalinya ke tanah air," tegasnya. (*)
Baca juga: Heboh Pelajar Indonesia Diperkosa di Belanda, Begini Kronologinya