Merahputih.com - Estadio Monterrey bersiap saksi bisu bentrokan Belanda vs Maroko dalam laga keempat babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Alunan terompet pendukung De Oranje dan tabuhan genderang militan fans Singa Atlas bakal bergemuruh hebat memperebutkan tiket perempat final.
Kedua tim melangkah ke fase gugur berbekal catatan impresif sepanjang babak penyisihan grup. Pasukan Mohamed Ouahbi finis sebagai runner-up Grup C setelah menahan imbang Brasil 1-1, serta menumbangkan Skotlandia 1-0 dan Haiti 4-2.
Baca juga:
Melaju ke 16 Besar, Kanada Bersiap Hadapi Belanda atau Maroko
Pencapaian ini membawa Maroko menyamai level Nigeria dan Ghana sebagai wakil Afrika mampu menembus fase gugur pada dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Ketajaman Lini Serang Skuad Oranye
Armada Ronald Koeman tidak kalah mengerikan menyusul status juara Grup F bermodal raihan tujuh poin. Setelah bermain imbang 2-2 kontra Jepang, Virgil van Dijk cs mengamuk lewat kemenangan telak 5-1 atas Swedia dan 3-1 melawan Tunisia.
Produktivitas tinggi menjadi senjata utama perwakilan Eropa ini guna meruntuhkan tembok pertahanan lawan.
Komparasi data statistik lengkap kedua tim menjelang laga hidup mati babak gugur Piala Dunia 2026:
-
Produktivitas Gol Belanda: Mengoleksi 10 gol dari 3 laga, menyamai rekor gol terbanyak fase grup milik mereka pada edisi 2014.
-
Efisiensi Expected Goals (xG): Skuad Belanda tampil sangat klinis, mencetak 10 gol dari nilai peluang expected goals sebesar 5,24 xG.
-
Distribusi Gol Oranje: Brian Brobbey mengemas 3 gol, disusul Cody Gakpo dan Crysencio Summerville masing-masing 2 gol.
-
Rekor Gol Maroko: Total mengoleksi 26 gol sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati rekor Nigeria (23 gol) sebagai tim Afrika paling subur.
-
Ketajaman Ismael Saibari: Penyerang andalan Maroko selalu mencetak gol pada laga kontra Brasil, Skotlandia, dan Haiti (total 3 gol).
-
Misi Rekor Saibari: Satu gol tambahan ke gawang Belanda akan menyamai rekor legendaris Roger Milla (Kamerun) dengan catatan 4 gol.
-
Rekor Pertemuan Sejarah: Kedua negara baru bertemu satu kali pada Piala Dunia 1994, laga berakhir 2-1 untuk kemenangan Belanda.
Momok Adu Penalti Skuad Eropa
Belanda mengantongi modal bagus berupa catatan tujuh kemenangan dari 10 laga fase gugur terakhir sejak Piala Dunia 2010.
Namun, tiga dari lima laga fase gugur terbaru mereka terpaksa berlanjut hingga babak adu penalti. Pengalaman pahit kekalahan penalti 3-4 dari Argentina pada perempat final 2022 menjadi evaluasi besar bagi Ronald Koeman.
Sektor lawan, Maroko mengusung misi memutus dominasi Eropa setelah sebelumnya sukses menumbangkan Portugal 1-0 pada perempat final edisi lalu.
Singa Atlas berambisi mencetak kemenangan beruntun pertama atas tim benua biru dalam sejarah keikutsertaan tim.
Simulasi superkomputer Opta menempatkan timnas Belanda sebagai favorit lolos menuju babak 16 besar lewat persentase kemenangan 47,6 persen.
Peluang Maroko memenangkan laga waktu normal berada pada angka 25,0 persen, sementara potensi laga berakhir imbang menyentuh angka 27,4 persen.
Prakiraan Pemain
Belanda (4-3-3)
- Kiper: B. Verbruggen (1)
- Bek: M. van de Ven (15), V. van Dijk (4), J. van Hecke (6), D. Dumfries (22)
- Gelandang: T. Reijnders (14), F. de Jong (21), R. Gravenberch (8)
- Penyerang: C. Gakpo (11), B. Brobbey (19), D. Malen (18)
Maroko (4-2-3-1)
- Kiper: Y. Bounou (1)
- Bek: A. Hakimi (2), I. Diop (14), C. Riad (18), N. Mazraoui (3)
- Gelandang Bertahan: N. El Aynaoui (24), A. Bouaddi (6)
- Gelandang Serang: B. Díaz (10), A. Ounahi (8), B. El Khannouss (23)
- Penyerang: I. Saibari (11)