Kerukunan Jadi Kekuatan Indonesia Hadapi Serangan Radikalisme dan Terorisme

Sabtu, 08 Juli 2017 - Luhung Sapto

Penguatan rasa cinta tanah air dan persatuan, serta semangat Bhineka Tunggal Ika harus terus dilakukan demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kerukunan antar sesama anak bangsa akan membuat Indonesia kebal dari 'serangan' radikalisme dan terorisme.

“Kita semua harus bisa menjaga kesucian bangsa ini dengan ikut aktif terlibat dalam pencegahan radikalisme terorisme supaya tidak ada gerakan kekerasan yang mengatasnamakan agama apapun di Indonesia. Menjaga kesucian itu tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan orang lain itu susah dan tidak menyebabkan orang lain merasa terganggu,” kata Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender/LKAJ, Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, MA dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/7).

Seluruh rakyat Indonesia wajib menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, membela kehidupan bangsa dan mencintai Tanah Air itu ada dalam ajaran agama apapun.

Ditambahkan, sebagai umat beragama menurut Musdah, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk ikut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan terorisme sehingga gerakan radikalisme tidak berkembang di Indonesia dengan alasan apapun.

“Ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk seluruh agama. Karena radikalisme itu ada pada semua agama, kebetulan saja karena di Indonesia ini mayoritas beragama Islam," sambungnya.

Orang-orang yang tidak puas ini, menurutnya ada di mana-mana. Mereka boleh saja tidak puas dengan kondisi yang ada, tapi jangan melakukan aksi-aksi yang dapat menyengsarakan orang lain.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan