Kerukunan Jadi Kekuatan Indonesia Hadapi Serangan Radikalisme dan Terorisme
Umat Hindu di Bali memainkan gamelan Baleganjur saat Pawai Takbir menyambut Idul Fitri 1438 H di Masjid Al-Muhajirin, Denpasar, Sabtu (24/6). (ANTARA/Fikri Yusuf)
Penguatan rasa cinta tanah air dan persatuan, serta semangat Bhineka Tunggal Ika harus terus dilakukan demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kerukunan antar sesama anak bangsa akan membuat Indonesia kebal dari 'serangan' radikalisme dan terorisme.
“Kita semua harus bisa menjaga kesucian bangsa ini dengan ikut aktif terlibat dalam pencegahan radikalisme terorisme supaya tidak ada gerakan kekerasan yang mengatasnamakan agama apapun di Indonesia. Menjaga kesucian itu tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan orang lain itu susah dan tidak menyebabkan orang lain merasa terganggu,” kata Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender/LKAJ, Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, MA dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/7).
Seluruh rakyat Indonesia wajib menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, membela kehidupan bangsa dan mencintai Tanah Air itu ada dalam ajaran agama apapun.
Ditambahkan, sebagai umat beragama menurut Musdah, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk ikut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan terorisme sehingga gerakan radikalisme tidak berkembang di Indonesia dengan alasan apapun.
“Ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk seluruh agama. Karena radikalisme itu ada pada semua agama, kebetulan saja karena di Indonesia ini mayoritas beragama Islam," sambungnya.
Orang-orang yang tidak puas ini, menurutnya ada di mana-mana. Mereka boleh saja tidak puas dengan kondisi yang ada, tapi jangan melakukan aksi-aksi yang dapat menyengsarakan orang lain.
Bagikan
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos