Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kerugian Kemacetan hingga Rp 168 Triliun, Cagub Jakarta Dituntut Wujudkan Integrasi Layanan Transportasi Umum

Frengky Aruan - Senin, 07 Oktober 2024

MerahPutih.com - Persoalan transportasi menjadi pekerjaan rumah yang harus dibereskan Gubernur Jakarta periode mendatang. Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menilai, tantangan ke depan bagi Cagub dan Cawagub Jakarta 2024-2029 adalah mewujudkan integrasi layanan transportasi umum massal yang sudah ada di Jakarta.

Menurut Tigor, Gubernur dan Wakil Gubenur 2024-2029 terpilih hanya dibutuhkan untuk membuat sistem integrasi layanan transportasi umum massal.

Langkah ini agar warga memiliki kepastian layanan yang mudah diakses, biaya lebih terjangkau, lebih nyaman dan aman juga perjalanan lebih efektif serta efisein.

“Adanya sistem layanan transportasi umum terintegrasi yang baik akan membantu Jakarta keluar dari masalah kemacetannya,” kata Azas Tigor di Jakarta, Senin (7/10).

Baca juga:

Debat Pilkada DKI Jakarta 2024, Pramono-Rano Disebut Punya Sasaran Jelas

Menurut Azas Tigor, langkah cepat dan komitmen serta keberpihakan pada pembangunan transportasi yang integratif, aman, nyaman dan terjangkau diperlukan untuk kota dan warga Jakarta.

“Sarana transportasinya sudah ada, anggaran ada, rencana sistem dan kajiannya sudah ada dan dukungan warganya ada, tinggal bergerak wujudkan transportasi terintegrasi di Jakarta,” kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta imi

Tigor mencontohkan, kemacetan Jakarta berpotensi memicu kerugian Rp 168 Triliun per tahun.

“Keterbatasan sarana transportasi umum membuat warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi agar bisa memenuhi kebutuhan transportasinya,” ungkap Azas Tigor.

Kota Jakarta sudah memiliki cukup moda transportasi umum massal modern, namun warga masih belum mudah mengakses layanan transportasi massal yang ada. Untuk mengakses warga masih membutuhkan layanan transportasi online, ojek dan taksi online.

Transportasi online dibutuhkan untuk menuju layanan transportasi umum yang ada dan menuju tujuan akhir perjalanan.

Kondisi belum diintegrasikannya layanan ini membuat perjalanan tidak efisien dan biaya penggunaan transportasi umum yang mahal.

“Kebutuhannya sekarang ini adalah membangun integrasi semua moda transportasi umum massal agar mudah diakses oleh warga pengguna layanan transportasi umum,” tutup Azas Tigor. (Knu)

Baca Artikel Asli