Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasatpol PP Kota Makassar Positif COVID-19

Zulfikar Sy - Sabtu, 19 Desember 2020

MerahPutih.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar Imam Hud bersama istrinya terpapar virus corona. Hal itu diketahui setelah keduanya melakukan tes usap.

"Perlu kami sampaikan bahwa hasil swab kami dan istri positif COVID-19," tulis Imam Hud melalui media grup WhatsApp di Makassar, Sabtu (19/12) dini hari.

Akibatnya, saat ini ia harus melakukan isolasi mandiri di kediamannya. "Mohon doanya untuk kesembuhan kami," sambungnya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Ini Komentar Gerindra Soal Pemerintah Gratiskan Vaksin COVID-19

Konfirmasi Imam tersebut kemudian ditanggapi beragam doa untuk kesembuhannya.

Sejak virus corona menyebar di wilayah ini, bahkan Makassar menjadi episentrum atau pusat penyebaran virus corona di Sulawesi Selatan, Satpol PP memang sangat aktif dan responsif mengawal disiplin protokol kesehatan COVID-19 di masyarakat.

Tim Penggerak PKK Makassar menggelar tes usap massal di Rujab Wali Kota Makassar untuk melacak penularan COVID-19 di Makassar, Rabu (16/12/2020). ANTARA/HO/
Tes usap massal di Rujab Wali Kota Makassar untuk melacak penularan COVID-19 di Makassar, Rabu (16/12/2020). ANTARA/HO/

Bukan hanya pada penegakan peraturan wali kota (perwali) terhadap penyebaran COVID-19, namun beberapa momen yang dianggap akan menjadi pemicu penyebaran virus juga menjadi perhatian Satpol PP Makassar.

Seperti gencar melakukan operasi yustisi di berbagai tempat wisata, kafe, restoran, hotel dan warung kopi. Mengedukasi pengguna jalan untuk selalu mengenakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, serta mengawal pembukaan bioskop.

Baca Juga:

Tolak Denda Rp5 Juta, Warga Gugat Perda COVID-19 DKI ke MA

Beberapa waktu lalu di awal pembukaan bioskop di Makassar, Imam Hud juga telah menyampaikan agar masyarakat selalu patuh pada protokol kesehatan dan memberikan edukasi pada penonton untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Kepatuhan dan disiplin adalah salah satu syarat mutlak dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19," katanya. (*)

Baca Juga:

Reaktif COVID-19, Puluhan Massa Pendukung Rizieq Digiring ke RS Wisma Atlet

Baca Artikel Asli