PANDEMI membuat masyarakat mencoba berbagai hal yang berbeda untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus keluar rumah. Belakangan ini, investasi saham dijadikan pilihan oleh berbagai kalangan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tidak hanya orang dewasa. Remaja bahkan mulai mempelajari cara kerja saham dan menggunakannya sebagai sumber ‘uang jajan’.
Perlu diperhatikan bahwa ternyata terdapat perbedaan antara investasi dan spekulasi. Faktanya, tidak ada investasi ataupun pekerjaan yang tidak membawa risiko. Namun, kita tetap perlu berhati-hati agar kerugian yang kita alami tidak terlalu besar dan sesuai dengan tujuan keuangan kita.
BACA JUGA:
Investasi memiliki arti yang bervariasi tetapi pada umumnya investasi diketahui sebagai upaya penanaman modal atau dana dengan harapan kita akan mendapatkan keuntungan berlipat di masa depan.
Lifehacker menjelaskan investasi merupakan permainan jangka panjang. Oleh karena itu, untuk memastikan margin keamanan tertinggi, investor harus mengevaluasi berbagai aset, industri, dan tren pasar, serta mencoba memilih investasi yang paling berpeluang untuk menghasilkan pengembalian yang konsisten. Investor paling konservatif akan menghindari volatilitas pasar jangka pendek dengan berinvestasi dalam aset atau saham dalam jangka panjang.
Hal itu sering dilakukan selama beberapa dekade dan dikenal sebagai investasi 'pasif'. Investasi yang aman dapat mencakup obligasi, membeli properti, pinjaman kepada peminjam berisiko rendah, atau berinvestasi di saham unggulan.
Sementara itu, spekulasi, menurut Lifehacker, hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek yang berisiko besar. Dengan begitu, investasi dilakukan dengan memasukkan uang ke investasi yang memiliki kemungkinan kegagalan yang lebih tinggi tetapi memiliki kesempatan untuk mendapatkan imbalan yang besar juga. Spekulan disebut sebagai pedagang momentum yang cenderung lebih sering berdagang. Mereka akan bertaruh di pasar berisiko tinggi seperti komoditas, mata uang kripto, atau saham perusahaan kecil atau perusahaan yang sedang tertekan.
Spekulasi biasanya disamakan dengan perjudian padahal tingkat pengawasan dan penelitian yang sama diterapkan dalam menemukan peluang untuk investasi jangka panjang dapat diterapkan juga pada siklus jangka pendek dan perilaku pasarnya.
Untuk mengetahui apakah selama ini kita berinvestasi atau berspekulasi, perlu dilihat dari alasan kamu memilih investasi tersebut. Mengetahiu perbedaan antara investasi dan spekulasi sangatlah penting untuk menyadari apakah investasi yang kita lakukan itu berisiko rendah atau tinggi. Perlu diingat bahwa investasi yang dilakukan juga sangat bergantung pada usia, status keuangan, dan tujuan pensiun. Sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan.(tel)