Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemenhan Berdalih Anggaran Rp 134 Triliun Hanya Besar Secara Nominal

Wisnu Cipto - Jumat, 12 Januari 2024

MerahPutih.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) beralasan anggaran pertahanan Indonesia yang besarannya sekitar 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN.

"Dibandingkan negara-negara tetangga mencapai 3 persen," ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra, dalam acara Membangun Kekuatan Pertahanan di Media Center Indonesia Maju, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Baca Juga:

Prabowo Resmi Tekan Kontrak Beli 42 Jet Tempur Rafale dari Prancis

Menurut Herindra, anggaran pertahanan yang ada saat ini memang secara nominal terlihat besar. Namun, dia mengungkapkan jika dilihat kualitasnya, sebagian besar habis digunakan untuk kesejahteraan pegawai.

"Memang secara kuantitas lumayan besar ini hampir Rp 134 triliun per tahun, tapi kalau lihat kualitasnya. Belum separuhnya dipakai untuk belanja gaji pegawai. Kalau untuk belanja alutsista berapa jadinya. Inilah yang kita sedang pikirkan bersama-sama," ungkapnya.

Padahal, lanjut Herindra, wilayah Indonesia sangat luas hampir sama dengan Eropa. Dia menambahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto peduli menjaga performa TNI agar semakin optimal dan profesional terkait dalam pengadaan alutsista. “Kami akan memberikan yang terbaik,” tegas dia.

Baca Juga:

Wamenhan Terpukul dengan Skor Kinerja 11 dari 100 dari Anies

Lebih lanjut, Wamenhan menngungkapkan kepedulian menterinya itu dalam menjaga performa TNI dengan pengadaan alutsista baru diwujudkan dengan pembelian 42 pesawat tempur baru Rafale. “Belum pernah ada sejarah republik ini pengadaan alat perang baru mencapai 42 unit,” ujarnya.

Namun, diakuinya, 42 unit pesawat tempur Rafale kemungkinan baru operasional lengkap tujuh tahun mendatang. Oleh karena itu, demi mengisi kekosongan (gap) yang ada Kemenhan berencana membeli pesawat tempur yang dapat dikirim dalam waktu cepat. Opsinya, jatuh pada pembelian pesawat tempur yang pernah digunakan oleh negara lain, misalnya Mirage 2000-5 bekas Angkatan Udara Qatar. (Knu)

Baca Juga:

Kinerjanya Dinilai Anies 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Baca Artikel Asli