Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Hari Raya Idul Adha 1447 H Minggu (17/5), Pantau Hilal di 88 Titik Seluruh Indonesia

Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 pada Minggu (17/5). Sidang isbat ini akan digelar Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta.

Pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 H akan dilakukan pada 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam proses sidang isbat (penentuan) awal Zulhijah sekaligus persiapan pelaksanaan Idul Adha 1447 H.

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5).

Arsad mengatakan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Duta Besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, jajaran eselon I dan II Kementerian Agama, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia, ormas Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, hingga pemimpin pondok pesantren.

Baca juga:

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat, Jatuh pada 21 Maret 2026



Berdasarkan perhitungan hisab, seluruh sistem hisab sepakat bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 M sekitar pukul 03.00.55 WIB. Pada saat rukyat, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat 37' 51" hingga 6 derajay 54' 23".

Sementara itu, sudut elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berkisar antara 8 derajat 58' 23" hingga 10 derajat 36' 52". Untuk memastikan akurasi pengamatan, Kementerian Agama bersama Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Peradilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait akan melakukan rukyatul hilal di 88 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat.

Lokasi pengamatan mencakup observatorium, pantai, rooftop gedung, menara pemantauan, hingga masjid strategis di berbagai daerah. Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat.

“Agar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.(knu)

Baca juga:

Kurban Idul Adha 2026, Prabowo Beli Sapi Jumbo Bobot 1 Ton 13 Kilogram Milik Peternak Sukoharjo




Baca Artikel Asli