MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Agama RI mengingatkan ancaman terhadap keluarga Indonesia hari ini tidak lagi hanya soal ekonomi. Menurut Kemenag, ancaman juga datang dari perubahan sosial dan derasnya arus digital yang perlahan menggerus relasi dalam rumah tangga.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M Hanafi meminta majelis taklim tidak sekadar menjadi ruang pengajian rutin, tapi tampil sebagai pusat penguatan ketahanan keluarga dan benteng moral masyarakat.
Menurut Muchlis, keluarga merupakan fondasi utama bangsa. Ketika keluarga melemah, berbagai persoalan sosial akan ikut bermunculan.
Ketahanan bangsa sangat terkait dengan ketahanan keluarga. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Sebaliknya, ketika keluarga rapuh, berbagai persoalan sosial akan mudah muncul.
> > >Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M Hanafi
Ia menyoroti fenomena keluarga modern yang kini menghadapi tekanan berlapis komunikasi yang melemah akibat penggunaan gawai berlebihan, tekanan ekonomi, meningkatnya perceraian, hingga tantangan pengasuhan anak di era media sosial. Dalam situasi itu, pendekatan administratif dan hukum dinilai tidak cukup.
Baca juga:
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Penguatan nilai, moral, dan spiritualitas harus diperkuat melalui ruang-ruang keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Oleh karena itulah, kata Muchlis, majelis taklim harus mengalami transformasi peran.
Majelis taklim harus naik kelas. Tidak hanya menjadi tempat belajar agama semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga dan ruang konsultasi sosial-keagamaan.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M Hanafi
Menurutnya, dakwah hari ini tidak boleh berhenti pada ceramah normatif semata. Dakwah harus hadir menjawab problem nyata umat. Majelis taklim harus mampu menghadirkan Islam yang menenangkan, mempersatukan, dan memberi solusi.
“Dakwah hari ini harus kontekstual dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” katanya.
Muchlis menegaskan majelis taklim memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga tradisi pengajian.
“Majelis taklim yang berdaya bukan hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi benteng sosial dan moral masyarakat di tengah perubahan zaman,” tutup dia.(knu)
Baca juga: