Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kekebalan Kelompok Terjadi di Triwulan 1 2022, Ekonomi Diyakini Pulih

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Mei 2021

MerahPutih.com - Pemerintah menargetkan herd immunity atau kekebalan kelompok dapat terwujud pada triwulan I-2022 seiring dengan masifnya upaya penanganan pandemi dan vaksinasi massal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pencapaian herd immunity pada triwulan I-2022 akan mampu mengembalikan dan memulihkan aktivitas sosial ekonomi ke level sebelum pandemi.

"Pemerintah akan terus memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi agar dapat berjalan efektif serta pemulihan ekonomi dapat berlangsung cepat," ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (31/5).

Baca Juga:

UU Cipta Kerja Diklaim Airlangga Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Selaras dengan pemulihan aktivitas sosial ekonomi, Sri Mulyani menuturkan berbagai langkah reformasi struktural akan tetap dilanjutkan. Reformasi struktural menjadi syarat penting agar potensi perekonomian nasional dapat dioptimalkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.

Reformasi struktural tersebut meliputi implementasi UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya, pembangunan infrastruktur dasar dan digital, serta peningkatan penguasaan teknologi. Kemudian peningkatan efisiensi produksi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja yang akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kinerja perekonomian ke depan.

Ia mengatakan, kebijakan reformasi akan mampu meningkatkan investasi, memperbaiki iklim usaha, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas atau decent jobs.

"Peran tenaga kerja yang terus tumbuh dalam periode window bonus demografi akan semakin kuat dan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Menkeu Sri Mulyani.(Foto: Antara)
Menkeu Sri Mulyani.(Foto: Antara)

Ia menegaskan, reformasi struktural harus berhasil agar kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat dijaga sehingga pembangunan ekonomi yang lebih bernilai tambah menjadi prioritas. Sekaligus mendorong diversifikasi ekspor baik dari komoditas maupun mitra dagang.

Sri megaskan, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 sebesar 4,5 - 5,3 persen dan tahun depan 5,2 - 5,8 persen dengan mempertimbanglan berbagai faktor secara komprehensif termasuk dinamika aktivitas ekonomi yang terus berkembang baik domestik maupun global.

"Rentang angka proyeksi tersebut juga secara realistis mencerminkan risiko ketidakpastian yang masih tinggi. Optimisme pemerintah juga didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat,” katan Sri Mulyani dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Momentum Menguatkan Kemandirian Ekonomi

Baca Artikel Asli