Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kecelakaan Pesawat Kargo Amazon, Pilot Sempat Berikan Peringatan Kecepatan

Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026

MERAHPUTIH.COM — INVESTIGASI kecelakaan pesawat kargo Amazon di Miami, Florida, pada pekan lalu, mengungkap fakta baru. Seorang pilot yang berada di dalam pesawat kargo Amazon tersebut sempat memperingatkan bahwa pesawat melaju terlalu cepat sebelum keluar dari landasan pacu, menabrak sejumlah kendaraan, lalu terbakar. Hal itu terungkap dari data penerbangan terbaru.

Pembaruan investigasi dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menyebutkan salah satu pilot pesawat kargo itu beberapa kali memperingatkan pilot lainnya di kokpit mengenai ‘kecepatan pesawat yang berlebihan’. Namun, peringatan tersebut disebut tidak selalu mendapat respons verbal yang konsisten, bahkan ketika alarm ketinggian berbunyi.

Pakar keselamatan penerbangan Steve Arroyo mengatakan pesawat kargo 767 seperti yang digunakan Amazon biasanya hanya diawaki pilot dan kopilot untuk penerbangan domestik. Untuk penerbangan internasional, biasanya ditambahkan pilot ketiga, sedangkan penerbangan internasional jarak jauh dapat membutuhkan pilot keempat.


Pesawat Boeing 767-300 tersebut mendarat dengan kecepatan 158 knot atau sekitar 292 km/jam. Sejumlah pakar menyebut kecepatan itu tergolong tinggi.

Baca juga:

Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dari Runway Bandara Miami, 5 Tewas



NTSB memimpin investigasi kecelakaan yang menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya tersebut. Data penerbangan yang dirilis NTSB mencakup kecepatan, ketinggian, serta sejumlah informasi lain, termasuk waktu pengoperasian flap ketika pesawat mendekati landasan. Pembaruan itu juga memuat ringkasan percakapan antarkedua pilot.

Menurut ringkasan tersebut, peringatan mengenai kecepatan terus disampaikan sepanjang sisa rekaman. Namun, respons verbal yang diberikan juga tidak konsisten. Dalam beberapa menit terakhir sebelum kecelakaan, terdengar peringatan elektronik ‘sink rate, sink rate’, yakni peringatan keselamatan otomatis yang menunjukkan laju penurunan pesawat terlalu tinggi.

Selain itu, terdengar peringatan otomatis ‘too low terrain’, yang menandakan pesawat terbang terlalu dekat dengan permukaan tanah tanpa berada dalam kondisi yang tepat untuk melakukan pendaratan.

Pengacara penerbangan Pablo Rojas mengatakan, dikutip CBS News, sulit mengetahui maksud NTSB ketika menyebut adanya respons verbal yang tidak konsisten tanpa mendengarkan rekaman percakapan sebenarnya.

“Namun, hal itu benar-benar mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hal, ini merupakan pendekatan pendaratan yang sudah berada dalam kondisi buruk,” kata Rojas.

Rojas juga menilai data mengenai pengoperasian flap yang dicantumkan dalam laporan NTSB patut menjadi perhatian. Flap yang berada di bagian belakang sayap merupakan komponen yang membantu pesawat memperlambat kecepatan dan melakukan pendekatan pendaratan dengan lebih lembut.

“Pengoperasian flap dalam kasus ini terjadi jauh lebih lambat dalam rangkaian kecelakaan. Mungkin itu karena pilot sedang merespons kenyataan bahwa pesawat melaju terlalu cepat,” ujarnya.

Setelah melewati ujung landasan, pesawat Amazon Prime Air Flight 7598 menabrak peralatan di darat, kemudian menghantam sebuah van Ford berwarna putih, lalu terus melaju dan menerobos pagar pembatas. Pesawat kemudian menabrak sebuah Toyota Corolla dan akhirnya berhenti sekitar 394 meter dari ujung landasan.

Kelima korban tewas merupakan anggota tim pembersih pesawat yang berada di dalam van tersebut.(dwi)

Baca juga:

19 Orang Tewas dan 164 Terluka Dalam Kecelakaan Pesawat di Ibu Kota Bangladesh

Baca Artikel Asli