AKSI dugaan persekusi dan intimidasi sekelompok orang yang mengenakan kaos #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin Minggu (29/4) lalu memang menjadi sangat viral. Apalagi mereka melakukan aksi tersebut terhadap orang berkaos #DiaSibukKerja.
Mengenai hal tersebut, Lexyndo Hakim, Sekretaris Jenderal Komunitas Banteng Muda (KBM) angkat bicara. Melalui telepon, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu menyesalkan adanya gerakan yang cenderung politis di acara CFD.
Apalagi seperti yang diatur dalam Pergub No.12 Tahun 2016 yang merupakan hasil revisi Pergub No.119 Tahun 2012 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor, ada sejumlah ketentuan yang menjadi syarat partisipasi dalam kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau biasa disebut Car Free Day.
"Sebagaimana diketahui, Car Free Day adalah ajang mingguan publik untuk berolahraga dan kegiatan lainnya seperti seni budaya dan lingkungan. Politik, bahkan rokok dan yang berbau otomotif dilarang berkegiatan selama CFD," kata Lexy kepada merahputih.com, Senin (30/4).
Berharap ada tindakan tegas
Mewakili KBM yang juga memiliki sekumpulan anggota yang tergabung dalam rutinitas mingguan CFD yakni KBM Runners, Lexy percaya pihak kepolisian akan melakukan tindakan yang adil dalam menindak para pelaku yang diduga melakukan persekusi dan intimidasi di CFD Minggu kemarin. Meskipun dalam Pergub sudah dijelaskan sanksi apa yang bisa didapat pelaku.
Dalam Pergub sudah diatur terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan akan diberikan surat teguran untuk pelanggaran pertama dan masih bisa menyelenggarakan acara kembali pada CFD berikutnya. Namun jika masih melanggar, maka akan diberikan larangan seterusnya dengan surat daftar hitam.
"Seandainya kejadian kemarin menurut aparat Hukum adalah sebuah pelanggaran berat dalam momentum CFD, maka sesuai aturan (Pergub) sebuah pelanggaran yang dilakukan sekumpulan warga atau komunitas tertentu, akan dapat dilarang seterusnya untuk ikut dalam CFD", ujar Lexy.
Tunjukan persatuan
Terlepas dari kasus di CFD kemarin, KBM berharap orang-orang yang memiliki pandangan politik berbeda dapat saling merangkul. Dengan begitu kondisi negara yang kondusif dapat terlaksana.
"Mari kita sebarkan virus toleransi dalam masyarakat, mulailah dulu dari komunitas kita sendiri" tuturnya.
Selain itu, KBM juga menghimbau dan mengajak orang tua zaman now agar lebih bijak dalam mengajak anak-anak berkegiatan dan bersikap dalam kesehariannya.
"Mari ajari anak-anak kita tentang Kebhinnekaan dan Pancasila. Tidak melibatkan mereka dalam kondisi yang secara tidak langsung menyaksikan perdebatan dan pertentangan antar sesama orang tua atas pilihan politik maupun pilihan presiden mendatang," kata Lexy. (*)