MerahPutih.com - Perbasi DKI Jakarta memasang target tinggi untuk cabang olahraga bola basket di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tak tanggung-tanggung, mereka membidik sapu bersih medali emas dari seluruh nomor yang dipertandingkan, baik 5on5 maupun 3x3.
Ketua Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim, menegaskan bahwa target ambisius ini bukan tanpa dasar. Ia menyebut tren positif dalam beberapa edisi terakhir menjadi modal penting untuk menatap PON mendatang.
Fokus utama saat ini adalah mempertahankan dominasi di nomor 5on5 sekaligus meningkatkan performa di 3x3 agar target empat medali emas bisa tercapai.
"Di PON 2028 kami ingin yang putra bisa tiga kali (emas) beruntun untuk 5on5 dan yang putri 5on5 ingin back to back. Kami juga punya tantangan baru 3x3 baik putra maupun putri juga bisa menyumbangkan emas untuk kontingen DKI Jakarta. Semuanya empat-empatnya. Insyaallah sapu bersih," ujar Lexyndo di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Rabu (22/4).
Baca juga:
Perbasi DKI Apresiasi DBL Indonesia Wujudkan Mimpi Pebasket Muda lewat Program Road to DBL Camp
Untuk merealisasikan target tersebut, Perbasi DKI Jakarta mulai menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) khusus nomor 3x3.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program DPP Perbasi yang menargetkan tim basket 3x3 Indonesia bisa tampil di Olimpiade.
"Arahan dari DPP jelas ya akan ada kejurnas 3x3 sehingga kita pasti akan bikin Kejurda 3x3. Fokus kita saat ini pada Intercity Evergreen setelah itu kita akan selenggarakan Kejurda 3-3. Akan kita lakukan tahun ini," ujar Lexyndo.

Baca juga:
Selain kompetisi, Perbasi DKI Jakarta juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan fasilitas latihan berupa lapangan basket khusus. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembinaan sekaligus warisan bagi perkembangan basket di ibu kota.
"Itu salah satu tantangan kita, menjadi sebuah legacy, di mana sebuah kepengurusan Perbasi Jakarta bisa memiliki lapangan basket sendiri yang bisa bermanfaat buat anak-anak basket se-Jakarta,” sambung Lexyndo.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen untuk menjaga prestasi dan keberlanjutan basket Jakarta.
“Bola basket Jakarta adalah nadi yang tak pernah berhenti berdetak. Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi tentang kebanggaan, pembinaan, dan masa depan. Saya mengajak seluruh elemen, baik itu klub, pemain, pelatih, hingga pecinta basket, untuk kembali berkolaborasi, menjaga nama baik, dan kejayaan bola basket Jakarta di Indonesia. Tantangan kami adalah menjaga konsistensi dan keharmonisan seluruh stakeholder basket Jakarta,” pungkasnya. (*)