MerahPutih.com - Selama lebih dari dua dekade, ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia tumbuh bersama kompetisi basket pelajar DBL. Dari mimpi sederhana lolos kamp pelatihan hingga menjadi atlet profesional, perjalanan itu selalu memiliki satu sosok yang setia berdiri di belakang layar. Ialah para guru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka peluang kolaborasi dengan DBL Indonesia melalui program baru bernama 'DBL Super Teacher'. Program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan kapasitas guru di Indonesia.
Program tersebut sebelumnya telah diperkenalkan pada penutupan 'Kopi Good Day DBL Camp 2026' di Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Minggu (3/5), bertepatan dengan pengumuman skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star.
Dukungan terhadap program itu datang langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat menerima audiensi Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (6/5).
“Program ini penting untuk peningkatan kualitas dan kapasitas guru,” ujar Abdul Mu’ti.
Baca juga:
Perbasi DKI Bidik Sapu Bersih Emas Basket di PON 2028, Siapkan Strategi Pembinaan hingga Kejurda
Bagi DBL Indonesia, program ini bukan sekadar agenda baru. Ada perjalanan panjang yang melatarbelakanginya.
Sejak 2004, setiap tim peserta DBL diwajibkan didampingi guru. Aturan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sanalah lahir hubungan emosional yang kuat antara guru dan para student-athlete. Mereka bukan hanya hadir sebagai pendamping administratif, melainkan ikut hidup di tengah dinamika pertandingan.
Guru-guru itu berdiri di tepi lapangan, membantu pelatih membaca pertandingan, mencatat pelanggaran, hingga menjadi sosok pertama yang memberi semangat ketika pemain terpuruk. Peran mereka sering tak terlihat kamera, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan ribuan pelajar.
“Peran guru sangat penting dalam perjalanan DBL. Tanpa guru-guru di sekolah, program pelajar atlet kami tidak akan bisa seperti sekarang. Kini saatnya kami ikut mewujudkan mimpi para guru yang selama ini mendampingi mereka,” kata Azrul Ananda.
Menurut Azrul, guru memiliki kontribusi yang jauh melampaui ruang kelas. Mereka menjadi figur yang memahami bahwa kegiatan non-akademik merupakan ruang penting untuk membentuk karakter siswa.
“Itulah yang membuat mereka layak disebut Super Teacher,” ujarnya.
Baca juga:
Perbasi DKI Apresiasi DBL Indonesia Wujudkan Mimpi Pebasket Muda lewat Program Road to DBL Camp
Program 'DBL Super Teacher' akan dibuka secara gratis untuk guru di seluruh Indonesia. Peserta nantinya mengikuti proses seleksi sebelum mendapat kesempatan menjalani pelatihan, pembelajaran intensif, hingga pengalaman belajar ke luar negeri. Konsepnya disebut mengadopsi pola pengembangan yang selama ini diterapkan dalam 'DBL Camp' untuk pelajar.
Namun kolaborasi antara Kemendikdasmen dan DBL Indonesia tidak berhenti pada program guru. Audiensi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui rapat bersama sejumlah pejabat struktural kementerian, di antaranya Mariman Darto, Rusprita Putri Utami, Maria Veronica Irene Herdjiono, Arif Jamali, serta Asep Sukmayadi.
Dalam forum tersebut, Kemendikdasmen juga membuka peluang kerja sama lain di bidang manajemen talenta dan pengelolaan event pendidikan berbasis olahraga.
“Kami berharap bisa melakukan kolaborasi dalam berbagai aspek. Misalnya pembenahan pengelolaan event rutin di bidang manajemen talenta agar lebih profesional,” kata Mariman.
Tak hanya itu, kementerian juga berharap DBL Indonesia dapat terlibat dalam asesmen tes kebugaran saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ketertarikan itu muncul setelah pihak kementerian melihat penerapan sport science dalam penyelenggaraan 'Kopi Good Day DBL Camp 2026' yang berlangsung pada 27 April hingga 3 Mei lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Azrul Ananda turut menyerahkan cinderamata berupa sepatu DBL Play 2.0 custom bertema pendidikan kepada pihak kementerian. Sepatu itu merupakan hasil kolaborasi dengan Assadul Wafi Al Mawardi dari Sneakcares. (*)