MerahPutih.com - Bangkai Pesawat kargo Boeing 737-400 maskapai K2 Airways Pakistan yang hilang kontak secara misterius di perairan Laut Arab pada Selasa (7/7) malam waktu setempat akhirnya telah ditemukan.
Meski demikian, insiden ini menyisakan teka-teki besar dan aura mencekam setelah rekaman komunikasi radio terakhir sang pilot sebelum pesawat bak ditelan bumi terungkap ke publik.
Baca juga:
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Dilansir Arabian Business, Kamis (9/7), detik-detik sebelum radar mati total, pilot sempat mengirimkan pesan pendek yang membingungkan sekaligus mengerikan kepada petugas menara pengawas.
Rolling or floating, 1732 (Terguling atau melayang),
Pilot Boeing 737-400 Maskapai K2 Airways Pakistan, dalam rekaman komunikasi radio terakhirnya.
Bangkai Pesawat Ditemukan Setelah Pencarian 12 Jam
Otoritas Bandara Pakistan mengumumkan bangkai pesawat kargo yang hilang di atas Laut Arab telah ditemukan dan diidentifikasi menyusul operasi pencarian dan penyelamatan selama 12 jam.
Dalam unggahan di platform X dikutip Kamis (9/7), Otoritas Bandara Pakistan menyatakan bangkai pesawat ditemukan sekitar 53 mil laut di selatan Ormara, sebuah kota di Gwadar District, Provinsi Balochistan.
Baca juga:
Pesawat kargo yang mengangkut lima orang awak kabin tersebut awalnya lepas landas dengan normal dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Kota Karachi, Pakistan
Upaya pencarian awak yang hilang masih terus berlangsung,
Otoritas Bandara Pakistan.
Kronologi K2 Airways Pakistan Hilang Kontak
Pada Selasa (7/7) malam, otoritas Pakistan melaporkan kronologis musibah hilang kontak K2 Airways. Penerbangan berjalan tanpa kendala berarti hingga pesawat memasuki wilayah udara Pakistan. Petaka mulai terendus pukul 21.18 waktu setempat (23.18 WIB).
Baca juga:
Kapal Selam Militer Pakistan Sandar di Tanjung Priok Bukan Sekadar Singgah
Saat itu, awak pesawat melaporkan mengalami gangguan serius pada sistem navigasi. Merespons laporan darurat, petugas di Karachi Area Control Center Pakista bergerak cepat mencoba memandu pilot secara manual.
Namun, upaya penyelamatan dari darat itu gagal. Berselang tiga menit dilansir dari Antara, tepatnya pukul 21.21, pesawat terdeteksi menukik tajam disertai perubahan arah yang tidak beraturan, sebelum akhirnya seluruh komunikasi dan jejak radar hilang total. Posisi terakhir radar pesawat terputus sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi. (*)