Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Corona Baru Bermunculan, Khofifah Minta Warga Jatim Tetap Tenang

Wisnu Cipto - Rabu, 18 Maret 2020

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tetap tenang kendati telah diumumkan terdapat enam pasien positif COVID-19 baru di Kota Surabaya. Tak hanya itu, Bandara Internasional Juanda Surabaya juga mengkarantina belasan penumpang pesawat Cathay Pacific dari Hong Kong.

"Saya ingin mengajak seluruh warga Jatim tetap tenang, karena sepertinya suasana sangat terkendali. Kami Insya Allah bekerja sangat komprehensif," ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (17/3) malam.

Baca Juga

Di Tengah Wabah Corona, Pendatang dari Delapan Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Menurut Khofifah, enam pasien positif terkonfirmasi seluruhnya dari Surabaya dan dari rumah sakit yang ada di wilayah setempat.

"Tracing (penelusuran jejak pasien) sudah kami siapkan secara digital, titik-titik misalnya kapan komunikasi sama siapa dan di mana," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Dilansir Antara, Gubernur menjelaskan ada pasien positif COVID-19 yang terdeteksi setelah memeriksakan diri dan meminta dirawat di rumah sakit. Saat ini total ada 25 orang yang positif terinfeksi COVID-19.

Karantina Penumpang Cathay Pasific

Pacific
Cathay Pacific

Terkait penumpang Cathay Pacific ada satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Saat ini 19 penumpang lainnya juga menjalani karantina. Belasan penumpang itu diketahui terjadi kontak erat atau tempat duduknya berdekatan dengan penumpang PDP.

Baca Juga:

Pesawat Cathay Pacific Dikarantina di Surabaya

Kepala KKP Kelas 1 Surabaya Budi Hidayat menjelaskan kronologi karantina berawal saat mendarat, pesawat langsung diminta berhenti di ujung runway. Pesawat membawa puluhan penumpang semuanya warga negara Indonesia (WNI) yang mayoritas TKI.

“Jadi ada info kedatangan pesawat Hong Kong, di dalamnya ada yang sakit. Seperti biasa kita lakukan penanganan, yang sakit kita rujuk terus yang kontak erat dekatnya, yaitu dua samping, kiri, kanan akan kita karantina selama 14 hari,” kata Budi, dikutip dari media lokal suarasurabaya.net.

Berdasarkan penelusuran hanya 19 penumpang yang kontak erat dengan penumpang PDP tadi dan langsung dikarantina. Sementara penumpang lainnya yang kontak biasa dengan penumpang PDP, sudah dilakukan thermal scanner dan ke depan dipantau di rumahnya masing-masing.

“Secara SOP, kalau ada orang sakit di pesawat pasti dilakukan evakuasi dirujuk ke RS. Terus yang kontaknya akan diperiksa lebih lanjut. Kalau yang kontak eratnya itu dikarantina,” tutup pejabat Bandara Juanda itu. (*)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Siapkan Upaya Darurat Jika Covid-19 Merajalela

Baca Artikel Asli