Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Kapan Idul Fitri 2023? Arab Saudi Hingga UEA Terus Pantau Hilal

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 April 2023

BAGI umat Muslim di manapun mereka berada, hilal menjadi sesuatu yang penting di momen bulan suci Ramadan. Karena istilah yang berarti bulan sabit muda itu, menandakannya fase bulan baru yang berarti umat Muslim yang sudah menjalani puasa selama sebulan dapat menyambut hari kemenangan alias Idul Fitri.

Serupa dengan Indonesia, negara seperti Arab Saudi sampai Uni Emirat Arab (UEA) saat ini juga tengah terus memantau kemunculan hilal guna menentukan kapan warganya bisa merayakan Idul Fitri 1444 H.

Tak hanya ahli astronomi di negaranya, Kerajaan Saudi juga turut mengajak warganya untuk ikut memantau hilal mulai hari ini (20/4). Di mana ini disebut penting dalam rangka membantu pihak Mahkamah Agung Arab Saudi menentukan kapan momen terakhir umat Islam di negara tersebut berpuasa Ramadan.

“Mahkamah Agung meminta siapa pun yang melihat bulan sabit dengan mata telanjang atau melalui teropong untuk melapor ke pengadilan terdekat dan daftarkan kesaksian mereka. Mahkamah Agung berharap mereka yang mampu melihat bulan sabit akan bergabung dengan komite yang dibentuk untuk tujuan tersebut di berbagai daerah dan berpartisipasi dalam upaya yang bermanfaat bagi Muslim,” tulis Mahkamah Agung Arab Saudi dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya News, Rabu (19/4).

Baca juga:

Perayaan Idul Fitri Terbesar Eropa Siap Digelar di London

Hilal atau bulan sabit muda menjadi penanda penting untuk menentukan Idul Fitri. (Foto: Pexels/Alexandro David)

Hal yang sama juga disuarakan oleh otoritas di negara UEA yang meminta masyarakat ikut membantu mulai memantau hilal bulan Syawal pada tanggal 29 Ramadan 1444 H atau 20 April 2023. Warga yang mampu melihat hilal agar segera ke pihak berwenang dan diminta mengisi kesaksiannya di pengadilan setempat.

Dari sisi astronomi sendiri, ahli di Uni Emirat Arab memberikan prediksi Idul Fitri baru jatuh di tanggal 22 April 2023.

“Melihat bulan sabit pada hari Kamis tidak mungkin dilakukan dengan teleskop di sebagian besar negara Arab dan dunia Islam lainnya, kecuali di beberapa bagian Afrika Barat mulai dari Libya,” tutur Pusat Astronomi Internasional UEA, sebagaimana dikutip dari Khaleej Times, Senin (17/4).

Baca juga:

123 Lokasi di Seluruh Indonesia Jadi Tempat Pemantauan Hilal Awal Idul Fitri

Berdasarkan penjelasan Pusat Astronomi Internasional di Uni Emirat Arab, besar potensi 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu pekan ini. (Foto: Pexels/Yuting Gao)

Namun, mereka menambahkan, untuk melihatnya tetap sangat sulit dan membutuhkan teleskop yang tepat, pemantau profesional, dan kondisi cuaca yang luar biasa. Terjadinya semua faktor ini terbilang jarang terjadi.

Oleh karena itu bulan sabit diperkirakan tidak akan terlihat bahkan dengan menggunakan teleskop dari manapun di wilayah Arab, kecuali dalam keadaan yang sudah disebutkan tadi.

Sedangkan untuk di negara Barat Seperti Inggris dan Amerika Serikat, berdasarkan otoritas di Inggris, yakni HM Nautical Almanac Office, hilal berpotensi terlihat pada hari ini pada pukul 04:13 GMT. Tapi hanya bisa terlihat dengan kondisi tertentu di wilayah Amerika Utara. Mayoritas publik diprediksi sudah bisa melihatnya pada 21 April 2023 dengan mata telanjang. (aru)

Baca juga:

Hari Ini Pemerintah Putuskan Hari Lebaran

Baca Artikel Asli