Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya

Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026

Merahputih.com - Pernah penasaran kapan bulan purnama berikutnya bakal menghiasi langit malam? Kalau kalian suka stargazing atau sekadar ingin menikmati pemandangan langit yang cantik, kamu ada di tempat yang tepat.

Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan purnama terdekat yang bisa dinikmati jatuh pada Jumat, 28 Agustus 2026, tepatnya pukul 12:18 EDT atau 23.18 WIB.

Momen ini sering dijuluki sebagai Sturgeon Moon. Kabar baiknya, bagi mata telanjang, bulan bakal tetap terlihat bulat sempurna pada malam sebelum dan sesudah puncak fase tersebut.

Baca juga:

Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia

Fakta menarik: Bulan jarang sekali benar-benar 'penuh' 100 persen. Karena efek rotasi dan bayangan, kita biasanya cuma melihat satu sisi yang terang.

Piringan bulan baru benar-benar utuh 100 persen saat posisi Bumi, Bulan, dan Matahari sejajar sempurna. Belum lagi kalau kita bicara soal Blue Moon, fenomena langka ketika bulan purnama muncul dua kali dalam sebulan, atau empat kali dalam satu musim!

Tips Memaksimalkan Pengalaman Melihat Bulan Purnama

Buat kalian yang ingin eksplorasi lebih jauh dari sekadar melihat ke atas, ada banyak cara seru untuk menikmati satelit alami Bumi ini:

Jadwal Lengkap Bulan Purnama Sepanjang 2026

Berdasarkan data SKYCAL dari NASA, ini dia jadwal kemunculan bulan purnama di tahun 2026 beserta nama bekennya:

Tanggal 2026 Nama Bulan Purnama Waktu Amerika (ET) Waktu GMT
3 Januari Wolf Moon 05:03 AM (EST) 10:03
1 Februari Snow Moon 05:09 PM (EST) 22:09
3 Maret Worm Moon 06:38 AM (EST) 11:38
1 April Pink Moon 10:12 PM (EDT) 02:12 (2 Apr)
1 Mei Flower Moon 01:23 PM (EDT) 17:23
31 Mei Blue Moon 04:45 AM (EDT) 08:45
29 Juni Strawberry Moon 07:57 PM (EDT) 23:57
29 Juli Buck Moon 10:36 AM (EDT) 14:36
28 Agustus Sturgeon Moon 12:18 AM (EDT) 04:18
26 September Corn Moon 12:49 PM (EDT) 16:49
25 Oktober Hunter's Moon 11:12 PM (EDT) 03:12 (26 Okt)
24 November Beaver Moon 09:53 AM (EST) 14:53
23 Desember Cold Moon 08:28 PM (EST) 01:28 (24 Des)

Dari Mana Asal-usul Nama Bulan Purnama Tersebut?

Sadar ga sih, kalau nama-nama bulan di atas sangat bernuansa alam. Nama-nama itu dipopulerkan oleh The Farmer's Almanac dan mayoritas diwariskan dari tradisi suku-suku asli Amerika (Native American), khususnya suku Algonquin yang wilayahnya membentang dari New England hingga Danau Superior.

Para pemukim Eropa yang datang kemudian ikut mengadaptasi dan menambahkan nama versi mereka sendiri.

Namun, penamaan ini tidak mutlak. Penulis Phil Konstantin mencatat ada lebih dari 50 nama berbeda yang digunakan oleh berbagai suku asli Amerika. Belum lagi budaya lain di penjuru dunia.

1. Versi Kalender Tradisional Tiongkok (Chinese Moon Names)

Budaya Tiongkok punya cara sendiri dalam memaknai pergantian bulan:

2. Versi Belahan Bumi Selatan (Southern Hemisphere)

Karena musim di belahan bumi selatan itu kebalikan dari utara, otomatis nama-nama bulannya pun bergeser.

Harvest Moon (Bulan Panen) yang tadinya di September, justru terjadi di bulan Maret. Sementara Cold Moon (Bulan Dingin) mampir di bulan Juni saat musim dingin melanda daerah selatan khatulistiwa.

Baca juga:

BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla

Berikut rangkuman nama-nama populer di belahan bumi selatan menurut Earthsky.org:

Baca Artikel Asli