Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KAI Tanggapi Rangkaian Bunga di Stasiun Bekasi Timur: tak Saling Kenal, tapi Ada Rasa Kebersamaan

Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - STASIUN KA Bekasi Timur jauh berbeda daripada biasanya. Di lantai dua, sepanjang kaca dekat akses masuk sebelum mesin tap, bunga-bunga mulai berjejer. Bunga-bunga itu datang satu per satu, dibawa orang-orang yang mungkin tidak saling mengenal, tapi merasakan hal yang sama. Tidak ada yang memberi instruksi. Tidak ada yang mengatur. Namun, ruang itu perlahan berubah menjadi tempat untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan mengirimkan doa.

Sebagian datang hanya untuk meletakkan bunga, lalu diam cukup lama. Sebagian menuliskan pesan singkat, seolah berbicara langsung kepada mereka yang dikenang.

Alesya, pengguna Kereta Commuter Line, sengaja datang pagi. Ia tidak mengenal para korban, tetapi langkahnya tetap membawanya ke sana. "Saya setiap hari naik KRL. Entah kenapa rasanya dekat, seperti kehilangan teman perjalanan," ucapnya.

Kresna juga melakukan hal yang sama. Ia tidak mengenal siapa pun di antara korban. "Tiap hari kita berangkat bareng, walau tidak saling sapa. Tapi rasanya tetap satu perjalanan," katanya.

Baca juga:

Solidaritas Warga Mengalir, Doa Dipanjatkan untuk Korban KRL di Stasiun Bekasi Timur


Kalimat-kalimat sederhana itu terasa cukup untuk menjelaskan mengapa bunga-bunga itu terus bertambah. Di balik rutinitas yang sama, ada kedekatan yang tumbuh tanpa banyak kata. Di antara rangkaian bunga, terselip pesan yang ditulis tangan.

"Terima kasih sudah kuat menjalani hari-hari. Perjalananmu mungkin berhenti di sini, tapi kebaikan dan perjuanganmu akan terus hidup di hati banyak orang. Semoga damai menyertai, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan."

Beberapa bunga juga menyertakan foto para korban. Enam belas perempuan. Sosok-sosok yang setiap hari berangkat bekerja, berpindah dari satu kota ke kota lain, mengejar harapan, dan menjadi bagian penting bagi keluarganya. Mereka ialah wajah-wajah yang mungkin pernah berdiri di peron yang sama, duduk di rangkaian yang sama, atau berpegangan di pintu yang sama seperti jutaan pengguna lainnya. Itulah mengapa duka ini terasa begitu dekat.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan apa yang terlihat di Bekasi Timur menjadi gambaran kuat tentang hubungan yang terbangun antarpara pengguna KRL.

"Kami melihat bagaimana pelanggan hadir dengan ketulusan, membawa doa, dan saling menguatkan. Meskipun tidak saling mengenal, ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari perjalanan yang dijalani setiap hari," ujar Anne, Minggu (3/5).

Anne juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menunjukkan empati. "Terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Di tengah situasi ini, kita merasakan bahwa perjalanan bersama juga menghadirkan rasa saling menjaga. Semangat ini menjadi penguat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik," urainya.

Bunga-bunga masih terus bertambah. Orang-orang datang dan pergi, tapi mereka meninggalkan hal yang sama: doa yang dipanjatkan pelan, rasa hormat yang tulus, dan kenangan yang tak ikut pergi.

Di tempat yang biasanya menjadi titik berangkat, hari ini banyak orang memilih untuk berhenti sejenak. Menunduk, mengingat, lalu melanjutkan langkah dengan hati yang berbeda.(Asp)



Baca juga:

Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal, Aktivitas Penumpang KRL Jabodetabek Pulih

Baca Artikel Asli