‘Kadet 1947’ Ajak Anak Muda makin Cinta Tanah Air

Selasa, 23 November 2021 - Andreas Pranatalta

FILM Kadet 1947 menggelar special screening di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/11). Acara itu dihadiri sejumlah pemain dan kru. Film ini diproduksi Temata Studios dan Celerina Judisari Production, serta didukung Legacy Pictures.

Film berdurasi 110 menit ini menawarkan elemen persahabatan, cinta, dan proses pendewasaan karakter yang terungkap lewat cita-cita mereka menerbangkan pesawat untuk mempertahankan Indonesia. Sang sutradara, Aldo Swastia dan Rahabi Mandra, menyelipkan unsur humor sederhana untuk menunjukkan sisi lain perjuangan, sehingga terasa lebih relevan di benak anak muda.

Kadet 1947 menceritakan serangan udara yang dilakukan para kadet (calon siswa TNI Angkatan Udara) ke markas tentara Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga. Mereka ialah Mulyono (Kevin Julio), Sutardjo Sigit (Bisma Karisma), Suharnoko Harbani (Omara Esteghlal), dan Bambang Saptoadji (Marthino Lio).

Baca juga:

Rilis Poster, 'Kadet 1947' Tampilkan Para Pejuang Muda

kadet 1947
Produser film Kadet 1947. (Foto: merahputih.com/Andreas Pranatalta)


“Dari awal kami berkomitmen mempersembahkan film bertema Indonesia buat generasi muda, makanya banyak effort yang kami lakukan agar tidak berjarak dengan mereka dan membawa value yang berbeda,” kata produser Celerina Judisari.

Aldo menceritakan film ini dari sisi directing yang menggunakan bantuan CGI dalam adegan serangan. Meski begitu, menurut Aldo, daya tariknya justru dari presentasi visual dalam film, seperti yang tersaji dalam trailer.

“Film ini menggunakan camera large format dari ARRI, agar bisa menghasilkan gambar yang lebar dan terasa immersive. Jadi penonton bisa seakan-akan masuk dan merasa berada di Indonesia pada 1947. Ditambah sound yang detail, pengalmaan menonton langsung di bioskop pasti sangat berbeda,” ungkapnya.

Baca juga:

Peluncuran Film KADET 1947 Ditunda Akibat Pandemi COVID-19

kadet 1947
Sutradara Rahabi Mandra dan Aldo Swastia. (Foto: merahputih.com/Andreas Pranatalta)

Sementara itu, Rahabi merasa bahwa film berlatar sejarah masih jarang digarap di Indonesia karena memiliki target yang terbatas dan punya tingkat kesulitan yang berbeda.

“Untuk itu, dengan memasukkan elemen-elemen yang terasa pop, semoga film ini bisa jadi pembuka jalan agar masyarakat lebih minat dalam film-film sejarah Indonesia,” kata Rahabi.

Tesadesrada Ryza selaku produser juga berharap semoga film ini bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya anak muda untuk makin cinta Tanah Air.

“Lewat aksi para kadet, film ini ingin menampilkan keresahan anak muda mengenai pembuktian diri, baik bagi diri sendiri atau sekitarnya. Kami tidak mematok target yang spesifik, yang penting pesan film ini diterima seluruh masyarakat,” tutupnya. (and)

Baca juga:

‘Kadet 1947’, Gambaran Perjuangan Anak Muda Melawan Belanda di 1947

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan