Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung terjerembap ke zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (19/6) pagi.
IHSG tidak sendirian, pelemahan indeks acuan tanah air ini terjadi bersamaan dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). IHSG dibuka melemah 10,88 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.161,46
Baca juga:
AIIB Kepincut Kredibilitas Fiskal Indonesia, Langsung Kucurkan Dana Segar Rp 278 Triliun Tanpa Ragu
Rapor Merah Saham Unggulan
Sentimen negatif pasar global menyapu bersih optimisme investor domestik sejak menit-menit awal.
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut terkena imbas koreksi, menunjukkan minimnya daya dorong sentimen positif dalam negeri. Fenomena ini memaksa indeks sektoral bergerak mundur secara simultan.

Data koreksi pasar modal serta pasar valuta asing domestik:
-
Posisi IHSG Pagi Ini: Bertahan pada level 6.161,46 setelah kehilangan 10,88 poin.
-
Persentase Penurunan IHSG: Mengalami koreksi sebesar 0,18 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.
-
Kinerja Indeks LQ45: Kelompok 45 saham unggulan melorot 2,37 poin atau sekitar 0,38 persen.
-
Posisi Terkini Indeks LQ45: Menempati level baru pada posisi 614,55.
Rupiah Terkapar Sengatan Dolar AS
Kondisi kurang beruntung juga menimpa pasar valuta asing interbank jakarta. Keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam membuat mata uang garuda tidak berkutik, memperpanjang tren koreksi mingguan.
Perkembangan makroekonomi global memicu aliran modal keluar dari pasar berkembang.
Nilai tukar rupiah bergerak melemah 51 poin atau sekitar 0,29 persen menuju level Rp17.845 per dolar AS.
Baca juga:
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Padahal, penutupan perdagangan hari sebelumnya masih mampu bertahan pada level Rp17.794 per dolar AS.
Fluktuasi tinggi diprediksi masih akan mewarnai pergerakan pasar finansial hingga penutupan perdagangan sore nanti.