MerahPutih.com - Pengamat Politik Ikrar Nusa Bakti menyoroti gaya berpakaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sejumlah momen, khususnya yang menjadi sorotan ketika kepala negara kerap tampil mengenakan pakaian adat daerah ala raja-raja kuno.
"Di antara pakaian-pakaian yang dia pakai itu adalah pakaian-pakaian adat yang berasal dari berbagai daerah dan juga dari tanah Jawa yang ternyata itu melambangkan pakaian kebesaran misalnya seorang petinggi kerajaan pada masa lalu," kata Ikrar dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu (16/3).
Baca juga:
HUT ke-78 RI, Jokowi Kenakan Baju Adat Surakarta dan Wapres Pakaian Sumatera Barat
Menurut Ikrar, salah satu yang mencolok adalah ketika Jokowi merayakan pernikahan putra bungsunya, Kaesang Pangarep dengan mengenakan pakaian keraton Mangkunegaran.
"Jadi saya melihat wah ini lama-lama waduh ternyata kayak begini ya, termasuk ketika kaesang menikah, saya kaget saja kenapa digunakan keraton Mangkunegaran, macem-macem lah gitu," ujarnya.
Baca juga:
Ikrar melihat gaya berpakaian Jokowi yang kerap tampil memakai baju adat, justru mempersonifikasikan sosoknya sebagai raja. "Saya cuma dalam hati saja, apakah Jokowi ini akan mempersonifikasikan dirinya itu sebagai raja?. Dan kemudian menjadikan anak-anaknya ini juga sebuah dinasti," ujarnya.
Namun, Ikrar mengaku baru sadar ketika ada polemik mengenai keinginan Jokowi agar putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Itu baru kemudian benar-benar hebat dilakukan," pungkasnya. (Pon)
Baca juga:
Penggugat Batas Usia Capres-Cawapres, Butuh Penghargaan dari Gibran