MerahPutih.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Surya Paloh bertemu Jokowi pada Kamis (26/1). Pertemuan tersebut terjadi di tengah kabar perombakan kabinet atau reshuffle karena desakan dari politikus PDI Perjuangan.
Desakan ini atas deklarasi Partai NasDem yang akan mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.
Baca Juga:
Reshuffle Kabinet, Jokowi: Tunggu Aja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan disebut-sebut bakal melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Rabu 1 Februari 2023 atau bertepatan dengan Rabu Pon dalam kalender Jawa.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas enggan bicara banyak.
"Reshuffle urusan presiden," kata Zulhas di komplek parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).
Menurut Zulhas, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia saat ini hanya fokus mengurusi kebutuhan bahan pokok.
"Urusan saya itu tadi ngurus beras, cabe, bawang merah, telur, ayam gitu aja,” ujarnya.
Zulhas yang juga menjabat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut, hanya Presiden Jokowi yang tahu persis mengenai perombakan kabinet.
"Pandangan saya, kalau reshuffle itu hanya bapak (presiden), saya urusannya cabe telur ayam gitu aja," katanya. (Pon)
Baca Juga:
Respons Sekjen PDIP Terkait Rencana Reshuffle Kabinet