Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jika Megawati Tak Lagi Jabat Ketum, PDIP Diprediksi Bakal Terpecah Belah

Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Agustus 2019

Merahputih.com - Meski sukses sebagai partai pemenang Pemilu dua kali, PDI Perjuangan dinilai memiliki kaderisasi yang buruk. Buktinya, di usianya yang tergolong sudah tua, Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi ketua umum.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, jika Megawati tak lagi menjabat, maka PDIP akan mendapatkan masalah.

"Jika Megawati tak menjabat lagi, dampaknya perpecahan. PDIP bisa pecah jika bukan Megawati yang menjadi ketum," jelas Ujang kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (9/8).

Baca Juga: Sinyal Politik di Balik Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP

Hal ini yang terjadi di partai-partai besar seperti Golkar dan PPP yang cenderung terpecah karena tak memiliki tokoh sentral yang kuat.

Ujang beranggapan, PDIP masih membutuhkan figur Megawati karena ketokohannya yang mampu menjaga stabilitas politik.

"Megawati merupakan figur yang sukses membawa PDIP menang Pileg dan Pilpres berturut-turut tahun 2014 dan 2019. Sangat penting sosok Megawati bagi PDIP, karena dia lah tokoh pemersatu di PDIP. PDIP menjadi kompak dan on the track," jelas Ujang.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Pengajar di Universitas Al Azhar ini beranggapan, karena terpilihnya Megawati kembali, regenerasi menjadi agak tersumbat dan terhambat.

"Regenerasi memang tidak berjalan. Namun PDIP dan Megawati sedang menyiapkan regenerasi tersebut. Mungkin jika saatnya tiba. Mungkin dalam 5 tahun lagi, regenerasi dan suksesi kepempinan di PDIP akan diberikan ke trah Soekarno," imbuh Ujang.

Baca Juga: Di Hadapan Ketua Umum Partai Koalisi, Megawati Minta Puan Jadi Ketua DPR

"Atau dengan kata lain. Bisa diberikan ke Prananda Prabowo atau Puan Maharani," terang Ujang.

Namun, Ujang tak melihat ada ambisi politik dalam diri Megawati di tengah karirnya yang sudah di puncak. "Sepertinya tak ada ambisi politik. Hanya ingin menjaga kestabilan partai agar tidak pecah," papar dia. (Knu)

Baca Artikel Asli