Jenjang Karier Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak Baru yang Miliki Harta hingga Miliaran Rupiah

Rabu, 21 Mei 2025 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Nama Bimo Wijayanto belakangan kerap dibicarakan lantaran bakal mengisi posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Diketahui, usia Bimo tergolong muda untuk posisi Dirjen lembaga negara. Dia lahir pada 5 Juli 1977 di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) atau masih berusia 49 tahun.

Rupanya, Bimo merupakan salah satu alumni terbaik SMA Taruna Nusantara. Ia lulus SMA Taruna Nusantara tahun 1995 (TN 3).

Bimo satu angkatan antara lain dengan Agung Wicaksono, Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN); Mega Satria, Direktur Keuangan Pelindo; dan Donald Panggari, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga:

Prabowo Tunjuk Bimo Wijayanto Jadi Dirjen Pajak dan Letjen TNI Djaka Budi sebagai Dirjen Bea Cukai, Diminta Benahi Coretax

Bimo Wijayanto meraih gelar sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), MBA (S2) dari The University of Queensland, dan Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Canberra.

Bimo Wijayanto bukan orang baru di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP).

Bimo juga pernah menduduki posisi Asisten Deputi (Asdep) Investasi Strategis pada Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat era Luhut Binsar Panjaitan.

Saat ini Bimo Wijayanto menjabat Komisaris PT Phapros Tbk, anak usaha dari BUMN Kimia Farma yang bergerak di bidang industri farmasi. Bimo menduduki jabatan ini sejak Juni 2022 dan kembali menjabat Komisaris Independen pada Juli 2024.

Baca juga:

Profil Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak Baru yang Ditunjuk Presiden Prabowo

Saat menempuh pendidikan PhD, bidang yang ditekuni Bimo adalah pajak. Ia fokus pada kebijakan perpajakan. Bimo ingin pembentukan kebijakan pajak yang lebih baik agar bisa meningkatkan kepatuhan membayar pajak secara sukarela.

Dia berpandangan, Indonesia masih sangat tergantung dari sisi penerimaan pajak. Jadi, semakin signifikan penerimaan pajak maka otomatis strategi dari Ditjen Pajak juga harus semakin bisa membuat tingkat kepatuhan naik secara sukarela.

Berdasarkan informasi dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara elektronik (e-LHKPN) Bimo Wijayanto memiliki total kekayaan mencapai Rp 6.670.000.000 pada Selasa, 15 Maret 2022.

Melalui LHKPN tersebut Bimo mengakui kepemilikan atas lima bidang tanah dan atau bangunan yang diklaim berasal dari hasil sendiri. Kemudian aset-aset properti tersebut tersebar di Yogyakarta, Sleman, dan Gunungkidul.

Bimo juga diketahui memiliki satu unit alat transportasi roda empat yang juga diklaim dari hasil sendiri berupa Toyota SUV Fortuner TRD (2017) senilai Rp 370 juta. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan