KEBIASAAN makan anak sangat tergantung pada ibu. Ibu sebagai guru pertama menjadi awal dimulainya kebiasaan konsumsi makanan saat anak tumbuh besar. Kebiasaan baik akan terbawa, begitu juga sebaliknya.
Menurut Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Dwi Hastuti, sosok ibu berperan penting dalam menentukan penganan aman dan sehat bagi anak. Hal itu bahkan telah dimulai sejak anak dalam kandungan.
1. Ibu sebagai guru pertama anak
Anak akan melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencontohnya. Makanan yang disajikan setiap hari juga sebaiknya beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Jadi, jangan mengikuti kemauan anak saja.
"Ibu merupakan first educator yang utama dan pertama bagi anak-anak. Dengan begitu, kontak pertama anak terhadap kebutuhan zat gizi dimulai sejak ia berada dalam kandungan ibu, termasuk transmisi sosial dan emosinya. Apa yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi pula oleh anak," ungkap Dwi di Jakarta, seperti dilansir Antara.
2. Ibu bisa mendidik anak tentang makanan sehat
Kendati demikian, orangtua tidak boleh menerapkan atau memaksa anak seolah-olah memiliki otoritas. Sebaiknya, biarkan anak memiliki idenya sendiri untuk membuat pilihan makanannya sesuai kebutuhannya.
"Ibu dapat memberikan penjelasan yang masuk akal mengenai pilihan makan anak. Misalnya, saat anak menolak makan ikan dengan alasan berbau amis. Katakan kepadanya bahwa ikan itu kaya akan protein dan omega 3. Selanjutnya, ibu mencari tahu bagaimana mengolah ikan tanpa bau amis," ujarnya.(*)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Benarkah Jenis Kelamin Bisa Ditentukan Sejak Hamil? Berikut Fakta-Faktanya dari Ahli