Jangan Anggap Sepele Gejala Ringan di Situasi Omicron

Selasa, 15 Februari 2022 - Andreas Pranatalta

SAKIT tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, merasa kedinginan, hingga kelelahan, adalah gejala yang harus diwaspadai di situasi saat ini. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap varian baru Omicron meski gejalanya realtif lebih ringan.

"Karena tingkat penularannya tinggi sekali, tetap bisa membuat rumah sakit terbebanin karena jumlah kasusnya tinggi, bukan karena beratnya," kata Tjandra dalam webinar kesehatan, mengutip laman ANTARA, Minggu (13/2).

Varian baru COVID-19 ini masih terus menular di berbagai belahan dunia. Meski sebagian yang mengalaminya adalah orang tanpa gejala dan kasus ringan, tetap ada juga korban jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam kurun 10 pekan, sudah ditemukan 90 juta kasus varian Omicron.

"Kurang lebih sama seperti seluruh kasus 2020," kata Tjandra.

Baca juga:

Kemenkes: Satu Positif Omicron, 5 Probable di Indonesia

Jangan Anggap Gejala Ringan di Situasi Omicron
Memeriksa diri saat bergejala atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Ia mengatakan, kasus reinfeksi juga lebih sering terjadi pada varian ini dari bukti-bukti bahwa Omicron bisa menembus imunitas yang ada pada orang yang pernah sakit. Ia mengingatkan lagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh untuk kembali menerima suntikan dosis penguat alias booster agar efikasi vaksin yang sudah turun menjadi naik.

Sebelumnya, perbincangan seputar varian Omicron di Indonesia diramaikan oleh pencegahan masuknya Omicron dari luar negeri, tapi kini pembicaraan bergeser ke transmisi lokal. Di berbagai negara, kasus Omicron sudah mulai turun setelah melewati waktu sekitar satu sampai dua bulan dari awal jumlah kasus mulai naik. Namun ada juga negara yang kasusnya makin bertambah.

"Kita berharap kalau naik tidak terlalu tinggi kasusnya dan bisa segera turun," ujarnya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ban Mobil Tularkan Virus Omicron

Jangan Anggap Gejala Ringan di Situasi Omicron
Segera lakukan vaksinasi booster. (Foto: Unsplash/Parang Mehta)

Dilihat dari kasus Omicron di RSUP Persahabatan, gejala yang banyak terlihat 68 persen adalah batuk kering, 54 persen nyeri tenggorokan, 27 persen pilek, sakit kepala 36 persen, letih dan nyeri otot 60 persen, lima persen nyeri perut, dan 18 persen demam.

"Dulu orang-orang ke RS dalam keadaan menggigil, sekarang keluhannya lebih ke saluran napas atas," katanya.

Tjandra mengingatkan masyarakat untuk memeriksa diri saat bergejala atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Jika terbukti positif, segera beri tahu orang-orang yang pernah kontak dekat.

Pemerintah pun diharapkan untuk meningkatkan serta mempermudah tes, serta menggiatkan telusur. Vakasinasi juga penting dalam menghadapi COVID-19. Masyarakat diiharap agar mau diberi vaksin yang tersedia, sementara pemerintah diharapkan memperudah vaksinasi dan meningkatkan vaksinasi lansia. (and)

Baca juga:

4 Sopir Antar Kota di Jatim Diduga Terpapar COVID-19 Omicron

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan