MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dukungan tersebut mencakup penyediaan venue, transportasi, dan akomodasi untuk menunjang kelancaran ajang olahraga nasional itu.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Jakarta, Selasa (23/6).
Menurut Pramono, persiapan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan PON berjalan sesuai dengan arahan Presiden RI.
"Berdasarkan pengalaman yang lalu, penyelenggaraan PON ini, kalau tidak dipersiapkan secara baik, jangan sampai kemudian apa yang menjadi arahanPresiden tidak bisa kita jalankan," ujarnya.
Baca juga:
DKI Jakarta Raih Juara Umum Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XVI 2019
Pramono menegaskan Jakarta siap berperan sebagai support system tanpa mencampuri kewenangan pemerintah pusat maupun daerah penyelenggara dalam menentukan cabang olahraga dan lokasi pertandingan. "Baik pertandingannya apa dan bagaimana, termasuk penetapan lokasi pertandingan apakah di NTT, di NTB, dan sebagainya, sepenuhnya kami tidak ikut campur. Namun, sebagai support system, Jakarta siap memberikan dukungan," ungkapnya.
Jakarta memiliki infrastruktur olahraga yang memadai. Saat ini terdapat 36 venue milik pemerintah pusat, sebagian besar berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), serta sekitar 220 venue yang dikelola Pemprov DKI Jakarta dan tersebar di lima wilayah kota administrasi.
"Bahkan, ada venue swasta baru yang bisa digunakan untuk berbagai cabang olahraga seperti voli, bola basket, dan tenis. Jadi secara prinsip, Jakarta siap memberikan dukungan penuh," ujar Pramono.
Selain fasilitas olahraga, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat layanan transportasi publik. LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai ditargetkan beroperasi pada Agustus tahun ini, sedangkan pembangunan MRT Jakarta terus berlanjut hingga kawasan Monas dan Duta Merlin.
Menurut Pramono, jaringan MRT, LRT, TransJakarta, Transjabodetabek, dan JakLingko akan mendukung mobilitas atlet, ofisial, serta kontingen dari berbagai daerah. "Untuk akomodasi juga Jakarta siap. Jika ada kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta, tentu akan memudahkan mobilitas kontingen dari berbagai daerah karena akses penerbangan ke Jakarta lebih mudah," paparnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh persiapan PON XXII dilakukan secara terukur dan terintegrasi. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, terus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan PON berjalan efektif, akuntabel, dan mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional.
"Kami meminta agar 21 cabang olahraga prioritas sesuai DBON terbaru wajib dipertandingkan. Kita harus melakukan re-mapping prestasi olahraga Indonesia menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade secara berkelanjutan," ungkapnya.
Menteri Erick menambahkan, sesuai arahan Presiden RI, penyelenggaraan PON XXII akan mengutamakan optimalisasi dan peningkatan kualitas fasilitas olahraga yang sudah tersedia. Pemerintah juga terus membenahi ekosistem olahraga nasional, termasuk peningkatan kesejahteraan atlet melalui perbaikan sistem bonus, dana pensiun, dan program pendukung lainnya.
"Pesan Presiden jelas, tidak ada pembangunan venue baru. Hal yang dilakukan yakni perbaikan dan optimalisasi venue yang sudah ada agar anggaran tetap efisien. Koordinasi lintas lembaga dan instansi akan terus diperkuat agar PON XXII Tahun 2028 dapat terselenggara dengan sukses," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Erick Thohir Buka Lebar Pintu Naturalisasi Atlet Semua Cabor, Bukan Cuma Sepak Bola